Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Maret 2018 | 01.23 WIB

Dari Kehebohan Siapkan Sesaji hingga Rela Menginap di Pantai

Umat Hindu di Malang dan sekitarnya berkumpul untuk mempersiapkan perayaan Nyepi di Pantai Balekambang - Image

Umat Hindu di Malang dan sekitarnya berkumpul untuk mempersiapkan perayaan Nyepi di Pantai Balekambang

JawaPos.com - Upacara jelang Tahun Baru Saka alias Nyepi, salah satunya adalah Jalanidhi Puja. Puncaknya adalah larung jolen berisi sesaji ke laut atau sumber. 


Kegiatannya, selalu dilakukan di air. Karena ingin mendapatkan berkah dari Dewa Baruna, manifestasi dari Sang Hyang Widhi Wasa. 


Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, upacara Jalanidhi Puja digelar di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/3). Melalui upacara ini juga, umat Hindu berharap kehidupan mereka setahun mendatang juga diberi keberkahan.


Sebanyak 47 tandu yang berisi sesaji berupa buah-buahan, sayur mayur dan aneka hasil bumi lainnya, ditandu oleh para pemuda dan laki-laki umat Hindu dalam prosesi larung jolen ke laut.


Tandu itu kemudian dibawa sembari berlari. Sementara pada barisan depan, terdapat dua pemuda memukulkan tiang yang terbuat dari janur. Tiang ini dipukul ke pasir dan laut. 


Tidak hanya sampai di bibir pantai, para pelarung ini bahkan membawa jolen yang mereka pikul hingga ke tengah laut. Ombak Balekambang yang biasanya terlihat cukup ganas, siang itu tampak tenang. Seolah tahu bahwa akan ada persembahan yang dilakukan di wilayah tersebut. Sehingga ombak terlihat jinak, tidak menggulung seperti biasa. 


Begitu jolen tersebut menyentuh air laut, ratusan umat Hindu tampak berlari dan menyambar isi tandu. Ada saja yang mereka dapatkan. Mulai terong, apel, pear, buah naga dan aneka hasil bumi lainnya.


Setelah hasil bumi itu habis diambil oleh umat, atau hanyut terbawa arus laut, baru para penandu jolen kembali ke tepian. Menyambut upacara ini, umat Hindu rela berbondong-bondong ke pantai, bahkan tidak sedikit yang menginap di pinggir pantai. 


Puluhan tenda dibangun di pinggir pantai. Kesibukan sudah terlihat sejak Selasa (13/3). Para umat Hindu sibuk merangkai buah dan hasil bumi lainnya dan ditempatkan di jolen alias tandu untuk persembahan. Umumnya, tenda ini dibangun per pura yang ada di Kabupaten Malang. Tahun ini, ada 47 jolen dari 47 desa yang mengikuti Jalanidhi Puja


Sementara itu, untuk menuju Pantai Balekambang, para umat tidak hanya menggunakan kendaraan pribadi. Ada juga yang menggunakan bus, pikap bahkan truk. 


Para umat menginap sehari semalam, untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jalanidhi Puja yang digelar sejak Selasa (13/3). "Iya menginap, dengan umat yang lainnya mendirikan tenda," kata salah satu umat Hindu, Jani, 38, kepada JawaPos.com


Ada juga yang menginap dengan keluarganya, namun tidak mendirikan tenda dan tidur dengan umat lainnya. Melainkan memilih menginap di resort yang banyak disewakan di pinggir pantai. 


Salah satunya adalah Koko, 33. Koko merupakan umat Hindu dari Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Koko menginap di resort yang ada di Balekambang bersama dengan enam anggota keluarganya yang lain. 


Meskipun menginap di resort, namun bukan berarti laki-laki yang berdinas di Polres Malang itu bisa santai-santai. Dia harus sudah memesan resort yang akan ditempati, sebulan sebelumnya. 


"Booking kamar memang harus jauh-jauh hari. Kalau mepet-mepet nanti malah nggak dapat tempat. Karena banyak yang akan mengikuti ibadah dan juga menginap. Jadi saya pastikan sebulan sebelumnya dapat tempat," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (15/3). 

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore