
Warga etnis Tionghoa di Cirebon merayakan haul Putri Ong Tien untuk pertama kalinya di komplek pemakaman Sunan Gunungjati, Sabtu (3/3).
JawaPos.com – Akulturasi budaya etnis Tionghoa dan pribumi di Cirebon semakin terasa setelah berziarah bersama ke makam Putri Lie Ong Tien, istri dari Sunan Gunungjati.
Kembalinya warga etnis Tionghoa berduyun-duyun berziarah ke makam leluhurnya itu, seakan mengurai sejarah yang terlipat sekian lama. Rasa bangga menjadi bagian sejarah Cirebon pun semakin melekat.
“Kami merasa bertemu dengan sejarah keturunan Tionghoa dan Cirebon. Baru pertama kali rombongan keturunan Tionghoa merayakan haul Putri Ong Tien di komplek pemakaman Sunan Gunungjati,” Penasehat Yayasan Keratuan Singhapura Cirebon Permadi Budi Atma usai berziarah, Sabtu (3/3).
Budi menjelaskan, sejak keinginan warga etnis Tionghoa di Cirebon berziarah ke makam Ong Tien secara bersama-sama belum sempat terwujud. Baru di hari terakhir perayaan tahun baru Imlek ini, dirinya bersama sanak saudara bisa terlaksana.
“Nama Putri Ong Tien oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati dari Tiongkok. Beliau adalah tauladan dan panutan kami di Cirebon,” katanya.
Hal yang sama pun diungkapkan oleh Budayawan Cirebon sekaligus Filolog, Raffan S. Hasyim, bahwa Syekh Syarif Hidayatullah, atau yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati adalah seorang pemimpin penyiar agama Islam di Cirebon.
Pada tahun 1540, ia kemudian pergi ke negeri Tiongkok atas undangan Kaisar Cina. Kunjungannya ke negeri tiongkok menjadi sebab musabab pernikahannya dengan Puteri Ong Tien.
Menurutnya, sejarah pertalian antara etnis Tionghoa dan Cirebon sangat penting demi menjaga martabat bangsa Indonesia, khususnya Cirebon. Masyarakat hanya mengetahui sosok Puteri Ong Tien adalah istri Sunan Gunung Jati. Akan tetapi, sedikit yang memahami bahwa semasa hidupnya Putri Ong Tien memiliki pengaruh di Cirebon.
“Bagi saaya, kebudayaan Cirebon dan Tionghoa sulit dipisahkan. Karena setelah kepulangan dari Tiongkok, kaisar Cina merestui pernikahan Sunan Gunung Jati dengan putrinya,” ujarnya.
Setelah Puteri Ong Tien mengejar Cintanya ke Cirebon, dan tinggal bersama dengan Sunan Gunung Jati, Cirebon di berbagai aspek menjadi berkembang. Bukan saja hubungan perkawinan budaya, akan tetapi dalam segi arsitektur, makanan, pakaian, dan perdagangan, ada unsur Cina yang melekat.
“Banyak warisan budaya di Nusantara, khususnya di Cirebon yang dipengaruhi Tiongkok. Untuk itu, kami berharap perayaan haul perdana Putri Ong Tien ini akan dijadikan peringatan tahunan,” tutur Opan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
