
Dinda Maulidya saat meraih medali perak pada ajang South East Asia Fencing Federation Championship 2018
Perjuangan seorang atlet untuk berprestasi tidaklah mudah. Selain porsi latihan rutin, juga diberlakukan latihan tambahan. Bagi Dinda Maulidya, perjuangan mengharumkan merah putih sudah menjadi tanggungjawabnya sebagai atlet anggar.
Aryo Mahendro
Wajah bahagia masih nampak jelas terlihat di raut wajah Dinda Maulidya, sewaktu ditemui JawaPos.com, Selasa (6/2) sore, di sebuah coffee shop di Grand City, Surabaya.
Maklum saja, dia baru saja melibas sejumlah atlet anggar pada event Southeast Asian Fencing Federation (SEAFF) Championship 2018. Kejuaraan anggar itu berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (21/1).
Kompetitornya dari negara-negara Asia Tenggara di cabang olah raga anggar. Sebut saja Vietnam, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapora, dan Kamboja. Sistem pertandingannya menentukan pemenang berdasarkan ranking hingga sistem gugur.
Langkahnya terhenti sewaktu bertemu dengan Kontingen Vietnam. Meski hanya terpaut tipis, satu angka, 15-14, Dinda harus menerima posisinya di urutan 16 besar pada kategori single match.
Meski demikian, kekalahannya atas Vietnam belum final. Dia harus kembali berjuang pada kategori beregu. Sebagai informasi, satu tim dalam pertandingan beregu pada olah raga anggar digawangi 3 atlet. Menang atau kalah, tiap anggota regu punya lawannya sendiri.
Berbekal pengalaman di dunia anggar sejak 10 tahun lalu dan kompetisi internasional se-Asia yang digelar di Bali beberapa tahun lalu jadi satu-satunya harapan. Dinda tetap berusaha, meski harus bersanding dengan sesama atlet asal Jawa Timur dan Kalimantan dengan gaya tanding dan intensitas latihan yang berbeda.
Usahanya berbuah manis. Dinda dan timnya unggul usai menekuk tim beregu Malaysia di babak semi final. Meski, harapan meraih emas harus pupus setelah dilibas tim Singapura di babak final. Skornya 45-32 untuk Singapura. "Ya, mereka (tim Singapura) memang kuat dan sempet merasa takut duluan. Karena Singapura terkenal jago anggar se-Asia," kata Dinda.
Sejak awal, dara berparas ayu ini mengaku tidak siap mengikuti ajang SEAFF tersebut. Pasalnya sudah sebulan lamanya, Dinda memutuskan vakum dari dunia anggar. Alasannya tidak lain yakni ingin fokus kuliah.
Selebihnya, Dinda juga sedang getol mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampusnya. Tapi, dia terpaksa berangkat ke Kuala Lumpur setelah menerima telepon dari pihak Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI). Katanya, pihak IKASI menanggung seluruh beban biaya transportasi, akomodasi, hingga pendaftaran atlet di ajang SEAFF tersebut.
Padahal, selain biaya, Dinda membutuhkan sesi latihan setidaknya dua bulan penuh. Apalagi, jika harus terlibat dalam ajang internasional. "Sebenarnya pas mau tanding itu, aku nggak siap," kata penggemar bulu tangkis sejak SD itu.
Hanya selang lima hari sejak ditugaskan IKASI hingga hari H pertandingannya, Dinda hanya mempunyai waktu empat hari untuk latihan dan pengecekan senjata saber.
Beruntung, tidak ada kendala selama menjalani pertandingan. Dinda mengaku tidak ada bentuk kecurangan apapun yang menimpanya. Meski, ada salah seorang rekannya sesama atlet asal Indonesia yang sempat dicurangi wasit.
Sekarang, Dinda harus kembali menyibukkan diri dengan urusan perkuliahan. Ditanya soal keinginannya kembali berkecimpung di dunia anggar, Dinda mengaku ingin kembali berkompetisi di event bergengsi selanjutnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
