
BERI EDUKASI: Tim dosen FPD & Business UC bersama peserta pelatihan bisnis online di Biak, Papua. (Universitas Ciputra for Jawa Pos0
Tim dosen Prodi Fashion Product Design & Business Universitas Ciputra punya agenda blusukan untuk mengajar. Tak hanya di Pulau Jawa, tetapi kini mereka juga menginjakkan kaki di Papua. Misinya adalah untuk mengajak UMKM hidup di tengah pandemi.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
HAMPIR 24 jam perjalanan ditempuh Fabio Ricardo Toreh dan Yoanita Tahalele dari Surabaya ke Biak, Papua. Perjalanan di tengah pandemi membuat pesawat menuju Biak harus berhenti sejenak di dua kota lainnya, Jakarta dan Makassar. Kunjungan tersebut bisa dibilang nekat.
”Memang orang Surabaya sih ya, jadi kami beneran dibilang bondo nekat alias bonek karena mau datang ke sana,” ucap Ita, sapaan Yoanita.
Pujian bonek itu muncul dari Pemda Biak. Konon permintaan kerja sama dengan pihak lain banyak dihelat secara daring. Hanya mereka yang berani datang langsung untuk mengajar.
Ita dan Fabio punya misi memperkenalkan bisnis daring kepada perempuan di Biak. Banyak ibu-ibu yang kehilangan pemasukan sejak pandemi terjadi. Kegiatan semakin terbatas dan produk buatan mereka tak bisa terjual. ”Karena mereka semua jual secara offline, akhirnya mereka kehilangan penghasilan,” ucap Fabio.
Melalui blusukan itu, harapannya mereka bisa kembali berjualan meski masih secara daring. Setidaknya ada 30 peserta yang ikut pelatihan mereka.
”Terharu, sampai sekarang mereka semua aktif. Belum ada yang protol,” tutur Ita.
Meski sudah bertahun-tahun memiliki ponsel, peserta belum mengetahui marketplace atau media sosial untuk berjualan. Ada sih yang doyan Facebook-an, tapi sekadar main iseng.
”Saya sering diolokin anak saya, mama mana tahu Tokopedia atau Instagram,” ucap salah seorang peserta. Saat dia mulai main Instagram, anaknya sontak menggoda. ”Akhirnya tahu teknologi juga nih, mama,” katanya.
Ita dan Fabio berangkat dari penjelasan sederhana soal berjualan secara online. Peserta benar-benar belum terbayang seperti apa jual beli online. Dilanjutkan bagaimana mengelolanya, tombol apa yang harus ditekan, dan apa saja yang harus dilakukan sehari-hari. Sedetail itu mereka harus mendampingi ibu-ibu di Biak.
Salah satu momen menantang adalah menciptakan foto produk terbaik. Sebelumnya, mereka hanya asal memfoto produk yang dibuat. Kadang latar belakangnya dapur yang masih berantakan. Produknya jadi tidak mencolok. Padahal, semakin menarik foto, calon pembeli makin yakin. ”Kami mesti pakai bahan minimalis yang gampang. Pakai kardus bekas saja,” ucap Fabio. Kardus tersebut disulap jadi studio mini dengan dilapisi kertas manila polos. Voila! Produk yang diletakkan di tengah kardus itu jadi tampak menarik sekali di kamera.
”Kita juga belajar pakai ponsel mereka. Karena itu alat yang bakal dipakai peserta seterusnya kan,” sambung pria asal Surabaya itu. Trik menghilangkan bayangan, penerangan dengan lampu, hingga penataan produk juga dilatih dalam satu kali pertemuan. Peserta jadi takjub sendiri. Ternyata, membuat foto bagus tak perlu sewa fotografer mahal, di rumah sendiri juga bisa.
”Ada produk cobek. Kita belajar menata nih bagaimana biar rapi dengan aksesori,” ucap Ita. Sentuhan bunga-bungaan dijadikan sebagai aksesori simpel. Gunakan saja apa pun yang ada di sekitar sebagai aksen. Tak perlu beli hiasan ini-itu sekadar untuk foto. ”Bahkan saking happy-nya, banyak foto produk pas pelatihan yang dipakai jadi profil messenger terus,” sahut Fabio.
Baca Juga: Penolong Nyawa Christian Eriksen, Pernah Mengalahkan Taufik Hidayat
Marini Yunita, koordinator program, mengatakan bahwa kunjungan ke Biak menjadi pengalaman yang paling memorable. ”Selama ini masih di Jawa. Begitu ada tawaran ke Biak dengan Wahana Visi, tantangannya makin asyik,” ucap Kaprodi Fashion Product Design & Business UC tersebut. Tak hanya pelatihan, pihaknya juga mendampingi peserta hingga akhir tahun. Pendampingan dilakukan untuk melihat efektivitas bisnis online dengan pemasukan peserta di tengah pandemi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
