
DUA DUNIA: Elok Dwi Kardja, ya jadi pengacara, ya jadi desainer busana.
Bagi Elok Dwi Kadja, merancang strategi beracara di pengadilan sama dengan merancang model busana. Sama-sama ruwetnya. Sama-sama asyiknya.
FAJRIN MARHAENDRA BAKTI, Surabaya
ELOK Dwi Kadja masih asyik dengan alat tulisnya Minggu pagi (12/11). Garis-garis tipis terus digoreskan di atas kertas HVS putih. Sekitar sepuluh menit kemudian, gambar sesosok perempuan itu rampung.
Perempuan dalam gambar tersebut tampak anggun. Mengenakan gaun pesta yang baru saja digambar elok. Gaun itu pun kasual. Tampilannya sederhana, namun tetap elegan. Atasannya bermotif sepuluh bunga mawar kecil di bagian dada sebelah kiri. Detail, tapi tak berlebihan. Sementara itu, bawahan rok polos selutut rencananya diberi warna biru.
Mendesain busana memang jadi kegemaran perempuan 30 tahun itu. Meski, profesi utamanya adalah pengacara. Bahkan, bisa jadi penghasilan tambahan baginya. ”Lumayan membantu lah,” ujarnya malu-malu.
Kecintaan arek Suroboyo asli itu dimulai sejak usia dini. Tepatnya saat dia masih duduk di sekolah dasar (SD). Setiap minggu dia selalu menantikan dua majalah anak-anak idolanya. Elok masih ingat betul, dirinya selalu melihat model baju yang dikenakan karakter-karakter kartun di majalah tersebut. ”Paling suka bajunya Nirmala di Negeri Dongeng,” tuturnya seraya menunjukkan gambar karakter Nirmala di telepon genggamnya.
Setelah melihat model-model baju tersebut, dia lantas menggambar di buku tulis. Tak pelak, buku tulis yang sedianya untuk mencatat pelajaran itu lebih cepat habis karena digunakan untuk media gambar. Gambar busana yang sudah jadi digunting. Lalu, diwarnai sendiri. Meski sering menghasilkan gambar bagus, bakat Elok belum terendus. Sehingga hanya disalurkan ala kadarnya.
Apalagi sejak lulus SMA, dia mendapat beasiswa di jurusan broadcasting di Airlangga Broadcast Education. Bayangannya kala itu, di jurusan tersebut dirinya akan belajar banyak tentang dunia perfilman. Khususnya bagian make-up atau penata busana.
Namun, ekspektasinya tidak kesampaian. Ternyata, yang dipelajari seputar hal-hal teknis. Misalnya, cara memegang kamera, penentuan angle, dan hal-hal teknis lainnya. Merasa tak cocok, belum genap satu semester, lulusan SMA Negeri 12 itu mutung duluan.
Tak berhasil di dunia broadcast, dia mencoba peruntungan di dunia ekonomi. Pada tahun pelajaran baru berikutnya, dia diterima di Jurusan Manajemen Universitas Wijaya Kusuma (UWK). Namun, perhitungan-perhitungan njelimet di bidang ekonomi membuatnya kembali putus asa.
Sama seperti sebelumnya, anak pertama di antara empat bersaudara itu kembali memutuskan keluar. Dia lebih memilih fokus melanjutkan pekerjaannya di perusahaan asuransi.
Di sisi lain, dia minder juga melihat teman-temannya kuliah. Sejak 2007, dia memutuskan untuk mengambil jurusan hukum di UWK. Kali ini keputusannya mengambil jurusan hukum karena terinspirasi sebuah film. Ya, Elle Woods yang diperankan Reese Witherspoon dalam film Legally Blonde memotivasinya untuk kuliah lagi.
Memang, dalam film yang diadaptasi dari novel Amanda Brown dengan judul sama itu, Elle digambarkan sebagai seorang fashionista. Namun, di sisi lain, dia mampu diterima di jurusan yang berat, serius, dan bergengsi. Sebagai mahasiswa ilmu hukum di Harvard University. ”Elle ini kan otaknya cekak, nggak beda jauh sama aku,” selorohnya, lantas tertawa lepas.
Sama seperti Elle, dia mengaku kesulitan di awal-awal perkuliahan. Dua semester awal membuatnya jenuh. ”Karena tiap hari harus baca undang-undang,” jelas ibu satu anak itu.
Tak pelak, pada dua semester pertama, nilainya jeblok. Sempat tebersit di pikirannya untuk mundur. Namun, niat itu diurungkan. Dia ingin mencoba satu semester lagi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
