Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2017 | 21.37 WIB

Kesaksian Kesatuan Brimob Menyelamatkan Korban Kebakaran Pabrik Mercon

HANCUR BERANTAKAN: Mobil ambulans berderet di dalam pabrik mercon/petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang untuk mengevakuasi korban ledakan. - Image

HANCUR BERANTAKAN: Mobil ambulans berderet di dalam pabrik mercon/petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang untuk mengevakuasi korban ledakan.

Para anggota Brimob dari Kalimantan Barat yang tinggal di depan pabrik termasuk yang pertama melakukan evakuasi. Karena gerbang depan pabrik terkunci, mereka harus membuat lubang di tembok dengan martil.


TAUFIQURRAHMAN, Tangerang


APEL pagi baru saja dilakoni. Bharatu Armansyah pun bermaksud sedikit bersantai. Tapi, persis saat dia akan meletakkan tas, terdengar suara ledakan keras dari bangunan di seberang halaman.


Tratak tak tak BLAR


Segera saja Armansyah bersama rekan-rekan anggota Brimob semburat keluar. Di seberang bangunan mes sementara yang mereka tempati di Kosambi, Tangerang, itu, terlihat pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses terbakar.


Asap mengepul dari atap bangunan pabrik yang kemudian diketahui membakar bahan-bahan pembuat kembang api. ”Ledakan-ledakan kecil tapi terus-terusan, kemudian ada ledakan besar,” tutur Armansyah kepada Jawa Pos.


Armansyah dan rekan-rekan merupakan anggota Batalyon Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat. Mereka ditempatkan di sana untuk diperbantukan dalam operasi Bantuan Keamanan Operasi Polda Metro Jaya.


Tujuannya, mengamankan demo Undang-Undang Ormas yang baru disahkan. Pada hari pertama berada di sana, mereka langsung menghadapi insiden yang menewaskan puluhan korban.


Begitu mengetahui apa yang terjadi, Komandan Batalyon AKBP Raymond Masengi pun segera memerintah anak buahnya bergerak melakukan penyelamatan. Mereka termasuk yang pertama melakukan evakuasi.


Tapi, lidah api besar menjilat-jilat gerbang besi pabrik. Tidak mungkin mendekat, terlalu berbahaya. ”Ada banyak ledakan kecil, terus-menerus, tapi yang besar dua,” tutur Raymond.


Raymond mengambil inisiatif untuk membuat jalan keluar di tembok sebelah barat dan utara. Dia pun memberikan perintah.


Armansyah dan sepuluh temannya segera merayap melewati sawah dengan berbekal tangga, besi bulat, dan martil pemberian warga. Dari gerbang depan terdengar suara-suara menjerit histeris menggedor-gedor gerbang yang terkunci. Raymond berpikir jalan keluar satu-satunya adalah lewat tembok pabrik sebelah barat dan utara yang berbatasan langsung dengan sawah.


Armansyah menuturkan, sepuluh orang langsung bekerja bahu-membahu. Tangga dilemparkan ke dalam area pabrik. Beberapa pekerja sempat menyambut dan memasangnya ke tembok. Beberapa orang sempat berhasil naik dan melompat ke sawah.


Ledakan terus terjadi dan api semakin besar. Saat itu Iptu Dani Soeroso, komandan lapangan, berteriak, ”Sudah, jebol saja!”


Lengan kekar sepuluh anggota Brimob tersebut pun mengayunkan martil. Tembok batako perlahan retak dan pecah. Hawa panas sontak menyeruak keluar. ”Kami hitung ada belasan orang yang berhasil keluar lewat lubang yang kami buat,” tutur Armansyah.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore