
NORMAL BERAKTIVITAS: Alfi Ariyanto (kiri) bersama Suwandi di kantor dinas sosial.
Banyak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dijauhi, bahkan ’’dibuang’’. Namun, Alfi Ariyanto memilih mendekatinya. Dia juga berusaha menyembuhkan penderita gangguan jiwa.
CHUSNUL CAHYADI
’’WONG gendeng’’. Kesan yang muncul adalah dekil, ngamukan, dan bau. Orang-orang pun berusaha menghindarinya. Namun, Alfi Ariyanto menabrak stigma itu. staf bidang rehabilitasi sosial pada seksi pelayanan sosial di Dinas Sosial (Dinsos) Gresik itu malah ”memburunya’’.
Sarjana administrasi publik (SAP) di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bandung 2010 itu dijuluki ’’Penakluk’’ ODGJ. ’’Saya menangani ODGJ sejak 2013,’’ kata bapak satu anak tersebut saat ditemui Selasa (4/7).
Risiko berinteraksi dengan orang tidak waras menjadi makanan setiap hari Alfi. Diamuk atau diludahi, misalnya. Bau tidak sedap sudah pasti. Sebab, mereka biasanya tidak mandi serta tidak gosok gigi sampai berhari-hari. ’’Itu risiko,’’ ucapnya.
Saat memburu dan menaklukkan ODGJ, pria 42 tahun itu tidak sendirian. Dia biasa dibantu koleganya, Bambang dan Munaji. Dua orang itu bertugas merawat hasil tangkapan di rumah singgah atau selter milik dinsos di Jalan Raya Cerme Lor, Kecamatan Cerme. ’’Bila melawan, ada pol PP dan polisi yang membantu saya mengamankan,’’ katanya.
Hampir empat tahun ’’berkawan’’ dengan orang gila, Alfi mengatakan telah memahami psikologis mereka. Karena itu, dia tidak sulit menjinakkan ODGJ tanpa kekerasan. Menurut dia, ODGJ ngamukan sebatas stigma. Sebab, Alfi nyaris tidak pernah menemuinya.
Apa tip menjinakkan orang gila? Dia menyebut membawa makan dan minuman (mamin). Sebab, ODGJ biasanya kurang makan. Ketika perutnya terisi, mereka bakal nurut. ’’Saya cekel manut. Saya pancing makanan dan minuman, lalu saya ajak naik mobil,’’ ucapnya.
Biasanya, Alfi mendapatkan ODGJ dari jalanan dan pasar. Kondisi badannya tidak terawat. ’’Nek kondisinya awut-awutan kita mandikan di selter. Mas Bambang yang menanganinya,’’ ungkapnya.
Setelah tubuhnya bersih, ODGJ diantar ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. Jika kondisinya sangat parah, perawatannya butuh waktu 4–5 bulan. Kalau ringan, paling banter tiga bulan. ’’Kalau sudah bisa berinteraksi dengan orang, pihak RSJ Menur mengontak saya lagi untuk menjemputnya,’’ paparnya.
Saat itu Alfi mulai mengorek identitas ODGJ. Misalnya, nama dan alamat rumahnya. ’’Setelah sembuh, mereka ingat rumahnya. Kami kemudian memulangkan ke rumahnya,’’ tuturnya.
Kesempatan bertemu kembali dengan keluarga pun sangat mengharukan. Keluarga ODGJ selalu mengucapkan terima kasih. ’’Ada yang mendatangi kantor dan ada yang membawa satu tandan pisang,’’ ujarnya.
Salah satu ODGJ yang diamankan Alfi adalah Suwandi. Sekitar lima bulan lalu dia berkeliaran di Jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Kondisinya awut-awutan. Tanpa baju dan mengenakan sarung kotor. Setelah dirawat di RSJ Menur Surabaya, lelaki asal Kediri itu pun sembuh. ’’Saya ditemukan Mas Alfi ini,’’ kata Suwandi. (*/c15/dio)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
