Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2017 | 12.05 WIB

Jet Ski Ngadat Kena Pembalut Perempuan, Penumpang dan Sopir Sama Capeknya

TANGGUH: Wartawan Jawa Pos (kiri) bersama tim jet ski di Pantai Lovina, Bali. - Image

TANGGUH: Wartawan Jawa Pos (kiri) bersama tim jet ski di Pantai Lovina, Bali.


KALAU saranku, ikut saja hari ini. Besok pas menyeberangi selat, ikut jalur darat lagi,” ujar Gregorius Agung, salah seorang kru Armand van Kempen yang selalu mengikuti jalur laut.



Kata-kata itu menyemangati. Pertimbangan saya, penyusuran pantai di kawasan utara Bali terbilang aman. Lebih aman ketimbang menyeberangi Selat Bali yang memisahkan Jawa dan Pulau Dewata.



Anggota rombongan laut agak berubah. Biasanya ada empat orang yang melaut. Kini dengan tambahan saya dan Anastasia Kirana, anak sulung Armand van Kempen, rombongan menjadi enam orang.



Jet ski dengan tipe FX SVHO diisi Armand dan Piet van Kempen. Anastasia memutuskan untuk menjoki dan berboncengan dengan Agung memakai jet ski tipe VX DELUXE. Sementara itu, saya seperti biasa mendapatkan jatah untuk menaiki jet ski terbaru Armand dengan Alfonso Reno.



Perjalanan dimulai ketika jam menunjukkan pukul 07.30. Dengan melakukan sedikit perbaikan di beberapa bagian jet ski, rombongan memulai perjalanan menuju Karangasem. Kami berangkat dari pantai dekat hotel tempat kami menginap sebelumnya. Yakni, Aneka Lovina Bali.



Ketika pertama meninggalkan daratan, ombak yang kami hadapi sangat tenang. Beberapa kapal nelayan masih kami jumpai di kanan kiri. Hal itu menandakan perairan memang masih tenang untuk dikendarai.



Lautan di bawah kami belum menunjukkan keperkasaannya. Birunya air laut yang dibiaskan dengan cahaya matahari masih bisa digunakan untuk berkaca barang sebentar. Buih-buih yang tercipta karena tabrakan antarombak pun belum terlihat.Bahkan, kami bisa berkendara dengan santai. Pakaian saya juga belum basah ketika keluar beberapa meter dari daratan. 



Satu jam berlalu. Angin terasa mulai kencang. Pohon palem di daratan serasa melambai-lambai. Ombak yang tadinya tenang itu seketika berubah. Buih-buih lautan mulai memperlihatkan wujudnya. Serasa ingin bermain-main.



Liuk-liuk ombak mulai menampakkan wajahnya. Seperti lama bersembunyi di bawah laut, kini ombak-ombak tersebut menabrak kami bertubi-tubi. Perjalanan kami mulai menantang. 



Kami yang awalnya berjalan beriring-iringan langsung semburat. Armand memimpin di depan. Dengan kondisi jet ski yang masih terasa sehat kala itu, dia tidak terlihat kesulitan menangani ombak setinggi 2–3 meter di hadapannya.



Sementara itu, Reno dan Kirana yang mengendarai jet ski dengan ukuran lebih kecil terlihat sangat sulit mengendalikan ombak.Berkali-kali Reno berusaha memecah ombak di hadapannya. Namun, hal tersebut ternyata sia-sia. Berulang-ulang kami diempaskan menuju udara.



Beberapa kali juga saya ingatkan Reno untuk membuat jalur baru. Sebab, sedari tadi, dia hanya mengikuti ombak yang dibuat Armand di belakangnya. Rasa ngeri mulai menghantui. Ombak yang diciptakan Armand serasa lebih besar ketimbang ombak di sisi kanan kiri kami.



Buih-buih air laut yang diciptakan jet ski Armand menambah kesan air yang tak tenang. Begitu pula perasaan yang saya rasakan selama itu. Merinding ketakutan. ”Kalau kita buat jalur baru, ombaknya akan makin besar lagi,” teriak ayah dua anak tersebut, berusaha berkomunikasi di tengah suara laut yang bergemuruh.



Akhirnya, Reno memperlihatkan bagaimana rasanya jika kami membuat jalur sendiri. Penyesalan memang selalu datang terakhir. Dengan mengikuti Armand, jet ski yang kami naiki bisa lebih netral. Sebab, ombak yang besar sudah dipecah Armand yang naik kendaraan besar.



Namun, di luar jalur itu, jalanan lebih gronjalan. Belum terpecah sama sekali. Ukuran jet ski yang kami naiki pun tidak cukup untuk membelah ombak dan menciptakan jalur yang tenang. Alhasil, kami makin terpental-pental ke udara. 

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore