
TAK KENAL TAKUT: Aiptu M. Kasum punya pengalaman menghadapi band.
Sepak terjang Sadeng, dalang pencurian pikap L300 di Surabaya, berakhir di tangan Tim Puma. Anggota paling senior di tim tersebut, Aiptu M. Kasum, punya banyak cerita berhadapan dengan bandit kelas kakap.
DIDA TENOLA
MINGGU, 25 September 2016, dini hari tidak akan dilupakan oleh Aiptu M. Kasum. Saat itu Kasum bersama dua rekannya, Sukron dan Aminulloh, mendeteksi adanya pergerakan Sadeng di kawasan Nyamplungan.
”Waktu itu kami lihat dia muter-muter, mau cari sasaran pikap,” cerita putra kelahiran Sampang, Madura, tersebut. Tiga anggota Unit Jatanras Polrestabes Surabaya tersebut tidak gegabah. Mencari momentum yang tepat untuk menyergap.
Momen itu tiba saat motor Yamaha N-Max yang dikendarai Sadeng dan Halim, anggota komplotannya, mengarah ke sekitar Simokerto. Tim Puma –nama tim beranggota tiga polisi tersebut– mulai mendekat. Tanpa buang waktu, Kasum yang memboncengkan Aminulloh langsung menabrakkan motornya ke Sadeng. Braakkk!
Pelaku terjatuh. Namun, keduanya tidak menyerah. Bukannya mengerang kesakitan, Sadeng malah langsung menyabetkan parangnya. ”Refleks saja saya melindungi diri dengan tangan. Posisinya face-to-face. Saya lawan Sadeng, Amin lawan temannya (Halim, Red),” ujar polisi 48 tahun tersebut. ”Saya coba tenang meskipun tangan kanan ini sudah penuh darah,” imbuh Kasum.
Lantaran pelaku semakin agresif, polisi akhirnya bertindak tegas. Empat timah panas menamatkan sepak terjang bandit kelas kakap tersebut.
Berhadapan dengan pentolan pencurian pikap L300 itu hanya secuil cerita perjalanan Kasum sebagai reserse. Dia sudah banyak makan asam garam menghadapi penjahat bernyali tinggi.
Awal 2000-an, misalnya, Kasum masuk sarang pelaku curanmor seorang diri. Ketika itu, dia sudah mengantongi nama target penangkapan di kawasan Sidotopo. Saat dia masuk, empat pelaku sedang asyik berpesta miras. Mereka tak gentar, apalagi polisi yang menyergap cuma satu orang.
Kasum sempat menjadi bulan-bulanan. Namun, dia tetap berdiri tegak sampai rekan-rekannya mendatangi lokasi itu. ”Ini bekas lukanya di pelipis kiri,” ucapnya sambil menunjukkan bagian yang terdapat bekas pukulan tersebut.
Selain di pelipis, luka bacokan Sadeng di tangan kanan Kasum masih terlihat jelas. Sabetan parang merobek kulit di dekat jempolnya sedalam 10 cm. ”Dokter bilang butuh waktu setahun untuk benar-benar pulih,” jelas pria yang mengawali karir sebagai polisi sejak 1992 itu.
Luka di tangan kanan tersebut memang sempat mengganggu aktivitasnya sebagai polisi. Terlebih, Kasum memegang senpi jenis CPPS. Tidak mungkin seorang reserse berhadapan dengan penjahat tanpa punya kemampuan menembak.
Kasum berlatih agar cepat pulih. Ayah tiga anak itu tak mau berleha-leha. ”Awalnya saya coba pakai tangan kiri. Tapi, nggak bisa. Terlalu berisiko kalau saya memaksakan diri,” ujar Kasum yang kerap dipanggil Abah oleh rekan seprofesinya.
Kebetulan, Kasum rutin bermain tenis. Dua minggu sekali dia selalu mengayunkan raket. Nah, pemanasan sebelum bermain menjadi salah satu terapi. Gagang raket digenggam erat, lantas dilepas pelan-pelan. Ternyata, itu jadi terapi yang mujarab untuk memulihkan luka di tangannya. ”Memang masih terasa ngilu. Tapi, kalau nggak dipaksakan, ya nggak terlatih,” ucap pria kelahiran 15 Januari 1969 tersebut.
Sebagai polisi yang sering melawan penjahat kakap, tak jarang Kasum menjadi incaran. Tentu ada dendam dari para pelaku. Bahkan, tidak jarang Kasum mendapat ancaman akan dibunuh.

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
Jangan Ketinggalan! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026
12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
Tempat Kuliner Bakmi Jawa Terenak di Jogja: Dimasak Pakai Arang, Rasanya Semakin Nendang
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Prediksi Skor Bayern Munich vs Real Madrid! Dua Raksasa Berjibaku Demi Tiket Semifinal Liga Champions, Siapa Bakal Melaju?
