Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 November 2016 | 23.36 WIB

Perjuangan Relawan Traveling Berbagi Ilmu di Lereng Merapi

MISI SOSIAL: Anggota komunitas WAU berfoto bersama anak-anak lereng Gunung Merapi di Sleman, Jogjakarta. - Image

MISI SOSIAL: Anggota komunitas WAU berfoto bersama anak-anak lereng Gunung Merapi di Sleman, Jogjakarta.

Bagi anak-anak di lereng Gunung Merapi, kursus bahasa Inggris menjadi barang mewah. Komunitas WAU membuat bahasa yang menjadi jendela dunia itu begitu dekat. Turis dari berbagai negara pun ikut serta dalam misi sosial tersebut.





 



FOLLY AKBAR, Sleman





 



yang diinginkan Cahyani Putri Astuti akhirnya terwujud. Sejak lama remaja 12 tahun itu berharap bisa lebih banyak belajar bahasa Inggris. Maklum saja, sekolah tempatnya menempuh pendidikan formal hanya memberikan materi seadanya. Itu pun dilakukan dengan metode formal, yang membuatnya tidak terlalu bersemangat.



Tapi apa daya, keinginan mulia Cahyani untuk belajar lebih harus kandas dihadang tembok kehidupan. ”Di sini tidak ada tempat kursus e, Mas,” ujarnya dengan wajah malu-malu.



Cahyani kini tinggal di hunian tetap (huntap) Gondang 3, Dusun Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Jogja. Rumah tempatnya berteduh hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi.



Bagi Cahyani dan ribuan anak lainnya di lereng Merapi, kursus bahasa Inggris menjadi barang yang amat mewah. Tak hanya menguras kantong orang tua, jarak yang harus ditempuh pun tidaklah dekat. Lembaga-lembaga kursus hanya ada di Kota Jogja maupun Sleman yang berjarak belasan kilometer dari lokasi mereka.



Tapi, entah mimpi apa, keinginan itu terwujud dalam beberapa bulan belakangan. Kini, dua pekan sekali, dia bersama belasan anak lain di dusunnya bisa merasakan apa itu kursus. ”Saya (sudah) bisa mengartikan buah-buahan dalam bahasa Inggris,” ucapnya antusias. ”Ngobrol juga bisa sedikit-sedikit,” lanjutnya dengan muka polos.



Keinginannya untuk bisa membuka jendela dunia dengan menguasai bahasa internasional mendapat secercah harapan. Cahyani amat berbahagia. Adalah komunitas World Around Us (WAU) Jogja yang berhasil mewujudkan mimpi Cahyani. Atau bahkan mimpi anak-anak lainnya yang hidup di lereng Merapi.



Komunitas yang awalnya memiliki empat personel inti itu sudah setahun menjelma menjadi ”teacher” bagi anak-anak lereng Merapi. ”Sebetulnya kami memberi nama WAU jelas saja. Awalnya warga pada nanya siapa yang mengajar,” terang Fatchur Rahman, salah seorang penggagas WAU, saat ditemui di daerah Plemburan, Sleman, Jogja, memulai pembicaraan.



Terbentuknya WAU, lanjut Fatchur, bisa dibilang tidak terlalu disengaja. Ide mendirikan komunitas yang diresmikan November tahun lalu itu tidak datang dari ruang-ruang yang serius. Sebaliknya, ide tersebut berawal dari alam di lereng Merapi itu sendiri. Semua berawal dari hobi traveling yang sering dilakukan Fatchur.



Bersama Rio Paul, Indra Yoga, dan seorang warga Belanda yang menetap di Jogja, Famkeoud, Nuno –sapaan akrab Fatchur– kerap menghabiskan akhir pekan dengan traveling di kawasan Merapi. Siapa sangka, aktivitas yang identik dengan bersenang-senang itu justru menciptakan kegelisahan di benaknya.



Penyebabnya adalah kondisi masyarakat di lereng Merapi itu. Setelah erupsi Merapi pada 2010, proses recovery masyarakat di sekitar lereng tak kunjung tuntas. Jika dari aspek infrastruktur mulai ada perbaikan, aspek kehidupan sosial justru dihadapkan pada situasi yang rumit. Relokasi dari rumah ke huntap membuat masyarakat lereng Merapi mengalami perubahan. ”Yang biasanya main di ladang atau kebun, anak-anak kehilangan itu semua,” ujar Nuno dengan raut sedih.



Tak ayal, tidak sedikit anak yang terjerumus pada aktivitas-aktivitas yang dinilai kurang bermanfaat. Mulai motor-motoran, pacaran, hingga keranjingan gadget. ”Jujur kami gelisah. Kami merasa tidak cukup hanya traveling. Kami ingin beri sumbangsih,” tegas pria 35 tahun tersebut.

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore