
KONSISTEN BERKARYA: Budi Darma menulis
Photo
Cover depan buku "Orang-Orang Bloomington" versi terbitan Noura Books. (SHABRINA PARAMACITRA/JAWA POS)
Penulis-penulis besar yang karyanya juga diterbitkan Penguin Classics, antara lain, William Shakespeare, Charlotte Bronte, dan Charles Dickens. Dikutip dari publishersweekly.com, Penguin menyebut Budi sebagai salah seorang ’’penulis yang terus aktif berkarya yang paling dicintai dan dihormati di negaranya.’’
Menurut Tiffany, masuknya ’’Orang-Orang Bloomington’’ dalam jajaran karya sastra klasik dunia adalah pertanda baik bagi perjalanan karya sastra dari Asia, khususnya Indonesia. ’’Saya sangat merasa terhormat diizinkan menerjemahkan karya Pak Budi. Saya berterima kasih kepada Penguin Classics yang akan memublikasikan karya ini,’’ ucap penulis ’’The Majesties’’ itu.
Saat ini ’’Orang-Orang Bloomington’’ sudah selesai diterjemahkan dan masih dalam proses editing oleh redaktur Penguin Classics. Meski ditulis orang Asia, ’’Orang-Orang Bloomington’’ mengangkat cerita-cerita yang berlatar belakang dunia Barat.
Di Bloomington, sebuah kota kecil di Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat (AS), hidup bersama manusia-manusia yang unik. Kota itu ditinggali banyak manusia lanjut usia (manula) yang hidup mandiri dan individual.
Sekaligus menjadi tempat berkenalan dan mencari pacar baru bagi para muda-mudi. Kehidupan orang-orang di kota tersebut dibawakan Budi dalam gaya bahasa yang indah, dengan alur cerita yang kuat.
Dalam kata pengantarnya, Budi menyebut ’’Orang-Orang Bloomington’’ adalah ’’fiksi berdasar fakta’’. ’’Ya, itu memang saya tulis ketika saya berkuliah di sana,’’ ucap Budi, sastrawan sekaligus guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Peraih gelar master of arts (MA) dan doctor of philosophy (PhD) dari Indiana University itu merasakan tinggal di Bloomington selama 4,5 tahun pada era ’70–’80-an silam. Di sana, dia tak hanya berdiam diri di Bloomington. Dia juga sering jalan-jalan ke kota di negara bagian lain di AS saat libur kuliah.
Budi sering menginap di rumah teman, lantas membenamkan diri dalam pergaulan keluarga dari teman-temannya. Dari aktivitas itu, dia mendapati bahwa masyarakat di belahan bumi Barat maupun Timur yang tampaknya sangat dikotomis sebenarnya sama saja.
Budi mengaku senang ’’Orang-Orang Bloomington’’ bisa diterbitkan utuh dalam sebuah buku berbahasa Inggris. Sebelumnya, cerita-cerita dalam ’’Orang-Orang Bloomington’’ sering diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan muncul dalam jurnal serta media massa di berbagai negara. Namun, hanya beberapa cerita. Tidak utuh dalam tujuh cerita seperti pada bukunya.
Guru Besar Sastra dan Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof Diah Ariani Arimbi SS MA PhD mengaku mengagumi Budi Darma, baik lewat karya-karyanya maupun pribadinya. Karya-karya Budi adalah pelopor cerita tentang diaspora yang masih sangat menarik untuk dibaca hingga sekarang. ’’Masyarakat mungkin banyak mengenal Andrea Hirata dan Asma Nadia untuk cerita-cerita diaspora seperti itu. Tapi, jauh sebelumnya, ada karya Pak Budi yang terus dibaca orang, dari dulu sampai sekarang,’’ ucapnya.
Diah menilai ’’Orang-Orang Bloomington’’ adalah salah satu karya lawas yang konteks karakter-karakternya akan selalu pas jika dibaca pada berbagai masa. Misalnya, kisah keluarga Orez yang sulit membesarkan anak berkebutuhan khusus (ABK) di tengah masyarakat pada umumnya. Betapa sampai era 2020-an pun, tidak mudah bagi keluarga ABK menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Peran Budi dalam perkembangan sastra sangat besar. Budi membimbing banyak cerpenis dan esais muda berbakat dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia dalam program Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Sebagai dosen pun, Budi adalah sosok yang benar-benar membimbing mahasiswanya.
Dia juga mampu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang runut dan memaparkan materi maupun argumentasi dengan fokus. ’’Itu yang saya rasakan ketika kami sama-sama menguji mahasiswa pascasarjana di Unesa,’’ ungkap Diah.
Budi ingin terus menulis cerpen, novel, esai, apa saja. ’’Kalau Tuhan mengizinkan, saya akan tetap menulis,’’ kata pengagum karya-karya Franz Kafka dan Iwan Simatupang itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/hPPJXp_4UVU
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022