
Tim basket SMA Regina Pacis Bajawa
Tim basket SMA Regina Pacis Bajawa berkompetisi di Honda DBL East Nusa Tenggara Series dengan penuh perjuangan. Tapi, pengorbanan mereka tak sia-sia: tim putri sukses merebut gelar.
Hendy Arif Setiadi, Surabaya
Perjalanan laut selama 10 jam itu memang berakhir ketika KM Wilis bersandar di Pelabuhan Kupang. Tapi, bagi rombongan SMA Regina Pacis Bajawa, perjuangan mereka justru baru dimulai.
Tugas pertama seturun dari kapal sudah menunggu: mengangkat 12 karung hasil ladang seperti labu jepang, kentang, dan wortel plus 5 karung beras ke tempat penginapan.
Tempat penginapan yang dituju pun jangan bayangkan layaknya hotel yang nyaman. Yang mereka inapi adalah salah satu asrama Sekolah Luar Biasa di Kupang. Kondisinya pun tidak langsung bisa dihuni.
"Jadi, begitu sampai asrama, seluruh anggota tim masih harus membersihkan ruangan agar siap ditinggali," ujar Rudi Wogo, pelatih tim basket SMA Regina Pacis Bajawa.
Tapi, tak ada yang mengeluh. Rombongan berisi 40 orang yang terdiri dari tim basket putra, putri, tim dance, dan guru-guru pendamping itu mengerjakan tugas masing-masing dengan penuh semangat.
Sebab, mereka sadar, semua pengorbanan itu demi mengejar prestasi di Honda Developmental Basketball League (DBL) East Nusa Tenggara Series yang digelar di GOR Flobamora, Kupang. Itu keikutsertaan mereka yang pertama di ajang bergengsi tersebut.
Dan, ternyata, perjuangan dan pengorbanan mereka di gelaran yang berlangsung pada 4-9 Mei lalu itu tidak sia-sia. Tim putri sukses merebut gelar juara setelah menundukkan SMA Giovanni, Kupang, 51-47.
Padahal, tim putri SMA Giovanni bukanlah tim sembarangan. Mereka pernah menjuarai ajang serupa edisi 2013. Untuk putra, raihan tim putra Regina Pacis Bajawa juga tidak memalukan dengan menembus delapan besar.
"Sebagai debutan, bisa masuk final saja kami sebenarnya sudah bangga sekali. Saya sungguh kagum dengan niat mereka untuk dapat berkompetisi di Honda DBL," ujar Rudi.
Bajawa adalah ibu kota Kabupaten Ngada, salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara geografis, Ngada berada di Pulau Flores yang terpisah oleh laut Sawu dengan Kupang, ibu kota NTT.
Karena itu, untuk bisa sampai Kupang saja, tim Regina Pacis harus melewati perjuangan yang tidak mudah. Mereka mesti menempuh perjalanan darat terlebih dahulu menuju pelabuhan Ende selama 4 jam. Baru dilanjutkan dengan perjalanan laut dengan kapal KM Wilis tadi.
Belasan karung bekal makanan tadi sengaja mereka bawa agar bisa berhemat selama sekitar tiga pekan berada di Kupang. Nah, kalau anggota tim basket cowok-nya kebagian mengangkat karung, tim putri dan dance bertugas memasak secara bergantian.
Untuk berlatih basket selama di Kupang, mereka menumpang latihan di lapangan Seminari Claret Kupang. Tantangan lain terkait salah satu regulasi pertandingan Honda DBL, yakni setiap jersey pemain wajib mencantumkan nama sekolah.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
