
Photo
Ketenaran Dody, agaknya, tidak terbatas di dunia maya. Kini beberapa orang sudah mengenali wajahnya. Namun, mereka masih ragu untuk menyapanya. ”Di minimarket, ada dua cewek ngobrol, eh itu polisi yang di Instagram bukan sih? Kayaknya iya, eh bukan-bukan,” cerita Dody soal pengalamannya saat berbelanja, lalu tertawa kecil.
Kini, banyak tawaran dari stasiun TV kepada sulung di antara dua bersaudara itu. Ketenaran Dody mulai dicium produser-produser acara stasiun TV. Banjir tawaran pentas tentu membuatnya senang. Namun, dia juga sadar, tidak mudah bisa masuk ke layar kaca. Tentu, harus ada izin dari pimpinan tertingginya.
Sudah tiga kali jadwal yang diatur beberapa stasiun TV harus pending lantaran berbenturan dengan tugas pokoknya sebagai polisi. Bagi Dody, tidak ada masalah dirinya bisa tampil di acara tersebut atau tidak. ”Kalau disuruh milih, saya tetap milih tugas sebagai polisi,” tegas Dody.
Terlebih, menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Didikan disiplin ayahnya yang seorang tentara membuatnya memiliki karakter untuk mengabdi pada negara. Dia tidak mau gegabah mengambil keputusan. Dody berkaca pada kejadian yang menimpa Briptu Norman. Anggota kepolisian itu juga sempat mendadak terkenal gara-gara videonya di-upload ke YouTube.
Bagi Dody, menjadi polisi adalah nomor satu. Dia tidak akan pernah keluar dari korps Bhayangkara hanya untuk menjadi seorang public figure. Tiada artinya popularitas tanpa jati diri. ”Ketenaran itu cuma sesaat, tapi mengabdi itu yang abadi,” jelas cowok berbintang Sagitarius tersebut.
Sebenarnya, sebelum terkenal di Instagram, Dody memiliki bakat di luar bidang kerjanya. Sejak duduk di bangku SMP, Dody menggeluti dunia musik. Dia mulai belajar bermain gitar dan membentuk grup band. Masa remaja Dody dihabiskan dengan berpindah dari satu panggung ke panggung lain. Meski sudah menjadi polisi dan berdinas di Surabaya, dia masih memiliki band indie bernama Cover Story di Jember.
Hobinya pada musik berlanjut ketika dia menjadi polisi. Dody mengikuti audisi untuk band kepolisian. Dia merupakan basis band Bhayangkara milik Polda Jatim. Kelompok itu kerap tampil untuk mengisi acara atau kegiatan yang dihelat Polda Jatim.
Dulu Polda Jatim memiliki empat grup band. Tapi, saat ini tinggal satu dan Dody menjadi salah seorang personel. Jika ada jadwal manggung, Dody akan meluangkan waktu di luar jam dinasnya untuk berlatih. ”Biasanya H-7 sebelum manggung, ada latihan bersama setiap hari,” paparnya. (*/c7/nda)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
