alexametrics

Song of Hyena (SoH), Film Lokal dari Sineas dan Komunitas Lokal

15 Oktober 2021, 07:48:17 WIB

Berkreasi di tengah pandemi bukan hal mustahil. Itu dibuktikan oleh para kru dan pemain yang terlibat dalam film Song of Hyena. Mereka mencoba membangkitkan ekosistem film lokal Surabaya melalui kanal digital pada Juli 2021. Kini film itu telah ditonton lebih dari 175 ribu kali.

HANAA SEPTIANA, Surabaya

SEORANG wanita berjalan di trotoar sambil merekam video dengan ponsel yang digenggamnya. Lalu, seorang pria mendekatinya dan berusaha merebut ponsel tersebut. Wanita itu pun refleks melawannya, namun tampak sia-sia.

Kemudian, datang seorang wanita lain yang mencoba melawan penjambret tersebut secara fisik. Wanita itu pun berhasil.

”Makasih ya. Mbak enggak apa-apa kan? Mau saya panggilkan polisi?” tanya korban kepada wanita yang membantu melawan penjambret. ”Urus diri kamu sendiri,” kata wanita yang menyelamatkannya.

Suasana dan dialog tersebut adalah cuplikan film series Song of Hyena. Itu merupakan karya sineas-sineas muda asal Surabaya dalam rumah produksi Kreasitama Indonesia. Film itu menceritakan wanita bernama Hana. Dia memiliki visi untuk memberantas gembong kejahatan yang menjadi dalang pembunuhan keluarganya.

Film tersebut berupa series dengan genre action, drama, dan romansa. Terdapat tiga episode dalam seri pertama. Tiap episode ditayangkan seminggu sekali di kanal YouTube Kreasitama. Mulai awal hingga pertengahan Juli 2021. Masing-masing berdurasi 25 hingga 35 menit.

Sinema itu mengambil lokasi syuting yang tersebar di sekitar Surabaya. Dengan latar suasana kehidupan para pemuda di kota metropolis. Model sekaligus mahasiswa asal Surabaya, Sausan Sabrina, menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Dia memerankan Hana, sosok wanita tangguh dengan berbagai kemampuan fisik.

Ada juga dua perempuan lain yang memiliki ketangguhan fisik seperti pemeran utama. Mereka turut mewarnai sosok perempuan tangguh dan genre laga yang dibawa dalam film tersebut. Adegan fisik pun diperlihatkan sebagian besar pemainnya di sepanjang film tersebut.

Penulis naskah dan sutradara Ryo Maestro menjelaskan makna ceritanya. Menurut dia, Song of Hyena mengangkat nilai-nilai pemberdayaan perempuan. Di antaranya, keberanian, ketangguhan, dan kesempatan bersuara. Ketiganya ditampilkan melalui akting para pemeran utama.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads