Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Juni 2023 | 14.50 WIB

Dokter Niko Azhari Hidayat SpBTKV (K), Ciptakan Aplikasi Medical Tourism Indonesia

INOVASI: Dokter Niko Azhari Hidayat SpBTKV (K), dosen FTMM Unair, menunjukkan aplikasi MTI buatannya. - Image

INOVASI: Dokter Niko Azhari Hidayat SpBTKV (K), dosen FTMM Unair, menunjukkan aplikasi MTI buatannya.

Lewat aplikasi MTI, Niko berupaya menggabungkan antara layanan kesehatan dan pariwisata. Pasien mendapatkan layanan lengkap, mulai penjemputan, trip wisata, hingga diantar ke tempat asal.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

SEJUMLAH rumah sakit, klinik, hingga laboratorium kini mulai memakai aplikasi Medical Tourism (medicaltourism.id). Inovasi yang digagas oleh dr Niko Azhari Hidayat SpBTKV (K), dosen FTMM Unair, itu mampu menghubungkan masyarakat dengan fasilitas unggulan yang dimiliki oleh faskes tersebut.

Konsep aplikasi Medical Tourism Indonesia (MTI) adalah pengobatan untuk menyembuhkan penyakit yang disertai dengan kegiatan wisata. Platform tersebut menawarkan pelayanan komprehensif, mulai penjemputan wisatawan medis, ketersediaan akomodasi, pengantaran ke fasilitas medis, trip wisata pemulihan, hingga kembali ke tempat asal.

”Aplikasi ini sudah beberapa kali menerima pasien-pasien. Banyak dari mereka yang bertanya untuk mencari informasi tentang layanan kesehatan unggulan,” ujar Niko.

Tidak hanya layanan kesehatan unggulan di Surabaya, platform tersebut juga menjangkau hingga luar provinsi. Program MTI terdiri atas empat hal. Pertama, medical tourism (kedokteran yang berkeunggulan).

Kedua, herbal dan wellness tourism (pengobatan tradisional, kebugaran, spa, dan lain-lain). Ketiga, health science tourism (wisata medis berbasis ilmu kesehatan). Keempat, sport health tourism (kedokteran olahraga).

Saat ini MTI sudah menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit di Indonesia. Beberapa di antaranya RS Awal Bros Group, RS Siloam, RS Mitra Keluarga, dan lain-lain.

”Setelah pandemi Covid-19 mulai mereda, beberapa rumah sakit bergabung dan menandatangani memorandum of understanding (MoU). Sebab, negara tetangga mulai berpromosi untuk menarik minat masyarakat berobat ke negaranya,” ujarnya.

Selain mengembangkan aplikasi secara nasional, Niko juga ingin MTI bisa menjadi ikon secara global. Salah satunya, menggelar Global Health Tourism pada awal tahun. Saat itu, kegiatan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata, Ekonomi, Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

”Di acara tersebut, kami menghadirkan pembicara dari berbagai negara. Termasuk, kami mengolaborasikan para penggiat medical tourism di Indonesia,” jelasnya.

Niko mengatakan, medical tourism Indonesia tidak hanya berupa aplikasi di Android, tetapi juga memperluas jangkauan hingga di atas rata-rata. Harapannya, MTI bisa menggairahkan setiap lini. Termasuk bayi tabung yang merupakan health science tourism.

’’Masyarakat bisa tahu bahwa Indonesia memiliki klinik bayi tabung dengan teknologi yang maju. Tidak kalah dengan negara lain,” kata dia. (*/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore