Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 00.30 WIB

Doa dan Harapan di Acara Basuh Kaki Ibu di LPKA Tangerang

Ratusan Anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) melakukan aksi Basuh Kaki Bunda di LP Khusus Anak Tangerang, Tangerang Banten, Selasa (17/4) - Image

Ratusan Anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) melakukan aksi Basuh Kaki Bunda di LP Khusus Anak Tangerang, Tangerang Banten, Selasa (17/4)


Marlina tentu saja tak keberatan. "Saya mendukung saja," kata ibu dua anak itu.


Pada hari yang sama, acara serupa dihelat di 33 LPKA se-Indonesia. Sebanyak 2.725 anak binaan ikut membasuh kaki ibu mereka. Sebanyak 2.659 di antara jumlah tersebut anak laki-laki. Sisanya 66 perempuan.


Para orang tua menyambut gembira acara tersebut. Sebab, mereka jadi punya kesempatan lebih lama berbincang dengan para buah hati. "Biasanya, di jam besuk reguler, hanya dibatasi satu jam," kata Marlina.


Karena terikat pekerjaan sebagai guru, Marlina tentu tidak bisa menjenguk sesering yang dikehendaki anak keduanya itu. Dia hanya bisa datang dua minggu sekali. Kadang bersama sang suami atau saudara lain.


Meski dihelat serentak di puluhan LPKA se-Indonesia, Family and Society Gathering dipusatkan di LPKA Tangerang. Karena itu, perwakilan ibu-anak dari berbagai LPKA di Indonesia pun diterbangkan ke sana.


Salah satunya Siti dan Wawan (keduanya bukan nama sebenarnya). "Saya senang sekali karena jadi bisa ngobrol bareng Wawan selama perjalanan dari Maros ke Tangerang," katanya.


Wawan yang baru berusia 16 tahun itu dipenjara lima tahun untuk kasus yang Siti keberatan membicarakannya. "Saya selalu nangis kalau bicara soal itu," katanya sembari mengusap air mata.


Siti mengaku, sepanjang perjalanan dirinya tidak henti menitip pesan kepada sang putra. Agar memanfaatkan waktu di LPKA Maros. "Belajar yang rajin, ibadah jangan lupa," ungkapnya.


Begitu pula ketika sang anak membasuh kakinya. "Jangan patah semangat, semangat terus," katanya kepada sang anak.


Bahkan, setelah acara basuh kaki selesai, keharuan masih berlanjut. Termasuk ketika sejumlah anak binaan tampil di panggung. Menampilkan lagu bertajuk Ibu dari New Sakha.


Sebening tetesan embun pagi


Secerah sinarnya mentari


Bila ku tatap wajah mu ibu


Ada kehangatan di dalam hatiku


Tak semuanya memang mahir menyanyi dan terampil memainkan alat musik. Tapi, kesungguhan mereka begitu terlihat. Termasuk Akmal yang turut tampil di panggung. "Lagu itu untuk mama. Sebagai bentuk kerinduan dan permintaan maaf saya," kata Akmal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore