
Sejumlah petugas KPU Kayong Utara memuat logistik Pilkada ke speedboat di Pelabuhan TPI Sukadana
JawaPos.com - Pilkada serentak di berbagai kawasan terpencil harus dilalui dulu dengan perjuangan mengatasi kesulitan mengirimkan surat suara. Harus berhitung dengan cuaca, kondisi jalan, dan biaya tambahan.
---
DARI atas helikopter, Izak Hikoyabi cemas. Mengkhawatirkan kondisi surat suara yang tersimpan dalam puluhan kotak itu Sebab, kotak-kotak itu harus dilempar dari helikopter yang melayang 2-3 meter di atas tanah.
"Tapi ternyata, di bawah masyarakat distrik setempat sudah siap berjaga, menyambut penyelenggara tingkat distrik dan perlengkapan pemungutan suara yang didistribusikan tersebut," tutur Izak, yang kala itu menjadi kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura, kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).
Di Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, empat tahun silam itu, helikopter tak mendarat karena harus segera bersicepat mengedarkan surat suara. Ke distrikdistrik lain yang sama terpencilnya dengan Airu.
Kalau tidak, juga cuaca keburu memburuk, bisa berbahaya. Di Papua, kondisi cuaca memang bisa sangat cepat berubah. Padahal, banyak sekali sudut pulau yang luas itu yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara.
Juga, di situlah tantangan terbesar bagi KPU daerah setempat. Termasuk menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 Juni mendatang.
Pada 27 Juni itu, bakal dihelat pemilihan gubernur dan pemilihan bupati/wali kota di 29 daerah. Bisa dibayangkan, kalau di Jayapura saja masih ada distrik seperti Airu serta Depapre dan Rafenirara yang harus ditempuh lewat darat dan laut, apalagi di kabupaten/kota yang lebih pelosok lagi. "Biasanya, yang kami prioritaskan adalah pengiriman ke daerah-daerah paling sulit dulu," kata Izak, yang kini menjadi komisioner KPU Provinsi Papua.
Itu pula yang dilakukan KPU Kayong Utara, Kalimantan Barat. Tapi, itu pun tak mudah. Jumat lalu (22/6) pengiriman logistik ke tiga desa di Kecamatan Kepulauan Karimata harus ditunda karena cuaca buruk. Seperti dilansir Pontianak Post, logistik yang terdiri atas kotak suara dan ribuan lembar surat suara serta sejumlah kebutuhan pencoblosan lain itu akan dibawa dengan satu unit speedboat double engine 400 pk.
Ada 171 daerah di seluruh Indonesia yang bakal berpesta demokrasi, baik pilgub maupun pilbup/pilwali. Termasuk di wilayah perbatasan seperti Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).
Dengan wilayah Indonesia yang demikian luas, berpulau-pulau atau bergunung-gunung, tantangan pendistribusian logistik di tiap daerah pun beragam. "Di Kalbar itu, ada tebingnya, ada sungainya, ada curamnya, dan seterusnya. Sehingga tidak boleh luput dari antisipasi kami dan sudah kami mapping semua," tutur Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono.
Cara tiap KPU daerah mengatasi berbagai tantangan itu pun beragam. Pendeknya, harus banyak akal. Termasuk di Jawa. KPU Jawa Timur, misalnya, juga harus berhitung dengan cuaca untuk mendistribusikan surat suara pilgub ke wilayah kepulauan di Sumenep.
Di Tabalong, Jambi, KPUD setempat bekerja sama dengan komunitas off-road untuk mengedarkan logistik pilbup ke tiga desa paling terpencil di Kecamatan Bintang Ara dan Muara Uya.
"Hanya mobil off-road yang mampu menembus medan berat berlumpur di desa-desa terpencil. Dua sepeda motor trail juga disiapkan," kata Irsandy, komisioner KPU Tabalong, Kalimantan Selatan, kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).
Sementara itu, di Merangin, Jambi, cara pengiriman dengan perahu dan ojek panggul telah disiapkan untuk menembus kawasan terpencil. Terutama di daerah pemilihan 2 dan 4 yang meliputi Kecamatan Jangkat, Jangkat Timur, Lembah Masurai, Muara Siau, Tiang Pumpung, Tabir Selatan, Tabir Barat, dan Tabir Timur.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
