
GEMBIRA: Abdul Qodir (tengah ) bersama rekan rekannya bernyanyi pada World Happyness Day Celebration di Wisma Jemundo Sidoarjo, kemarin (12/3).
Di tengah penantian panjang untuk dikirim ke negara ketiga, imigran dari berbagai negara di Sidoarjo diajak berkontes menyanyi, menari, dan berpuisi. Ada yang hanya berlatih empat hari, ada yang grogi di atas panggung.
FIRMA ZUHDI AL FAUZI, Sidoarjo
---
MUHAMMAD Akbari tampak gugup. Lagu mulai terdengar, tapi liriknya tak dia hafal benar. Padahal, ada ratusan orang di hadapannya.
Jadilah handphone di tangan berkali-kali dia lirik. Menyontek lirik Assalamualaika Ya Rasulullah dari sana.
Dengan sedikit gratul-gratul, akhirnya lagu milik Maher Zain itu bisa diselesaikan pria asal Afghanistan tersebut. Suaranya yaaa... lumayan lah. Buktinya, tak sedikit hadirin di halaman Rusun Puspa Agro, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, yang kemarin (12/3) memberikan aplaus panjang.
Tepuk tangan yang tak kalah meriah juga didapat pria Afghanistan lain, Sayed Mohamad Nabi. Terlebih, dia memamerkan dua bakat sekaligus: berpuisi dan memainkan biola. Sebagian penonton, meski dengan malu-malu, tampak seperti bergumam, bahkan ikut menyanyi saat Nabi memainkan King of Hearts dan My Heart Will Go On.
"Puas sudah tampil. Saya sudah jarang main biola. Ini juga hanya latihan dua minggu," kata pria 29 tahun itu.
Bagi Akbari, Nabi, dan lima penampil lain ajang Migrants Talent Show, bisa manggung itu saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri Begitu pula bagi ratusan orang lainnya yang menonton mereka.
Mereka adalah para pengungsi dan pencari suaka yang bertempat tinggal di community accommodation di wilayah Sidoarjo. Sebanyak 320 imigran itu berasal dari Afghanistan, Pakistan, Sri Lanka, Iran, Iraq, Somalia, Myanmar, Eritrea, dan Sudan.
Mereka menunggu kebijakan pemerintah Indonesia, kapan akan dikirim ke negara ketiga. Tapi, penantian itu tak sebentar. Nabi, misalnya, sudah menunggu lima tahun. Vilvarasa Sivaruban dari Sri Lanka malah enam tahun.
Sehari-hari mereka hanya menghabiskan waktu untuk menunggu. Mencari pekerjaan juga tidak boleh karena status mereka sebagai pengungsi akibat konflik di negara asal. Untung, International Organization for Migration (IOM) memfasilitasi dengan menyediakan kegiatan seperti kursus vokasi. Misalnya latihan memperbaiki AC. Juga kursus bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Meski demikian, bisa tetap dibayangkan kejenuhan dan kegundahan mereka. Karena itulah, mereka menumpahkannya kemarin. Melupakan sejenak segala beban dalam acara yang merupakan rangkaian perayaan World Happiness Day atau Hari Kebahagiaan Dunia yang jatuh pada 20 Maret mendatang, yang diorganisasi IOM.
Ratusan orang dari berbagai negara itu tertawa lepas, ikut menyanyi bareng, hingga berjoget bareng. Apalagi, banyak door prize yang bisa didapatkan dengan melakukan hal-hal sederhana yang diminta duet pembawa acara Fatiisa Zebua dari Indonesia dan Hussain Ali dari Afghanistan. Misalnya adu cepat naik ke panggung bagi penonton yang tidak pakai sandal. Hingga yang paling lucu, adu cepat naik ke panggung bagi penonton yang belum mandi. Ternyata, banyak yang tanpa malu naik ke panggung. Cuek aja walaupun belum mandi. Lumayan, dapat kaus.
Menurut Regina Asa, kepala Kantor IOM Surabaya, setiap orang punya hak untuk bahagia. Bagaimanapun kondisinya, di mana pun berada. "Apa pun keadaannya, jangan terlalu dipikirkan," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
