Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 20.27 WIB

Perjalanan Tatiana Lisdasari Menaklukkan Depresi dan Menjadi CEO Bidang IT, Usia 29 Tahun Tak Gengsi Jadi Pekerja Magang di Perusahaan Asing

BUAH KEGIGIHAN: Tatiana Lisdasari dalam ajang speech contest di @america, Jakarta, belum lama ini. (DOKUMENTASI TATIANA LISDASARI) - Image

BUAH KEGIGIHAN: Tatiana Lisdasari dalam ajang speech contest di @america, Jakarta, belum lama ini. (DOKUMENTASI TATIANA LISDASARI)

Berkuliah, mengikuti kursus daring, dan mengambil bootcamp teknologi informasi dilakukan Tatiana Lisdasari untuk bangkit dari depresi. Deborah Tech yang dia dirikan secara konsisten menyumbangkan 10 persen dari pendapatan perusahaan kepada institusi keagamaan dan panti asuhan.

DINDA JUWITA, Jakarta

---

SEPULUH tahun lalu, Tatiana Lisdasari seperti harus dipaksa menerima kenyataan bahwa dia sebatas membantu orang tua berjualan di warung. Padahal, perempuan asal Jember, Jawa Timur, itu sadar betul passion-nya tidak di situ.

Dia lantas memutuskan merantau ke Surabaya untuk menjajal sejumlah pekerjaan, namun gagal. Ia lantas berpindah ke Malang.

’’Dapat pekerjaan jadi sales pinjaman online (pinjol), tapi jujur berat sekali harus keliling dari satu kampus ke kampus lain untuk menawarkan pinjaman ke mahasiswa,’’ ujarnya saat berbincang dengan Jawa Pos pada Jumat (24/4).

Bekerja di bidang yang tidak dia cintai, berada dalam lingkungan kerja yang penuh tekanan, dan tanpa ruang untuk berkembang turut memicu depresi. Orang tua mendukung penuh. Berkonsultasi dengan ahli juga dia lakukan.

”Saat itu diharuskan mengonsumsi obat selama beberapa tahun untuk meredam depresi. I had no choice (saya tak punya pilihan),’’ imbuhnya.

Di tengah kemelut itu, sejenak ia memutuskan menarik diri dari dunia kerja dan mulai bertanya pada dirinya sendiri: apa yang sebenarnya dia inginkan? Roda terus berputar, perlahan dan berliku, sampai akhirnya Tatiana mulai menemukan titik balik.

Selain keluarga, perempuan yang berulang tahun setiap 27 Juni itu banyak dibantu komunitas di gereja. Ia jadi tak pernah merasa sendirian.

Terus Menambah Ilmu

Mata Tatiana juga jadi kian terbuka, dia terus berusaha memperbaiki diri. ’’Saya ikut berbagai pelatihan sampai dapat 88 sertifikasi,’’ tuturnya.

Ia mengambil kursus daring, mengikuti bootcamp teknologi informasi, sempat menempuh studi di universitas, dan memperluas jejaring profesional. Bahkan, saat menginjak usia 29 tahun, dia tak merasa gengsi untuk mulai bekerja sebagai pekerja magang di perusahaan asing.

Saat diterima magang di sebuah perusahaan artificial intelligence (AI), ia sekaligus belajar bagaimana cara kerja sebuah perusahaan start-up. Bersama tim, ia beralih membuat sebuah agency website application.

Mereka mulai mendapatkan berbagai klien untuk proyek custom website dan aplikasi mobile seluler. Klien-kliennya juga lintas negara, terutama dari Taiwan, Singapura, dan Malaysia.

Perlahan tapi pasti, kemampuan Tatiana pun terus berkembang. Beberapa kesempatan baru turut menghampiri. ’’Saya lantas ditawari untuk menjadi CEO di perusahaan asing, memimpin orang-orang dari berbagai negara. Saya memimpin perusahaan melakukan penetrasi pasar di Indonesia dengan bekerja secara remote,’’ katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore