
KLASIK DAN TERAWAT: Erick Komala berada di depan mobil klasik koleksinya. Erick masih punya koleksi lain yang disimpan di tempat berbeda.
Penghobi motor klasik tak pernah ada habisnya. Pesona kendaraan lawas produksi 1950-an atau 1960-an menjadi primadona sebagian orang. Salah satunya, Erick Komala. Sampai-sampai istrinya dibikin cemburu karena dia terlalu ’’memanjakan’’ kendaraan lawas itu.
UMAR WIRAHADI, Surabaya
GARASI rumah dua lantai di Pakuwon City, Surabaya Timur, itu bak showroom saja. Bedanya, yang dipajang bukan kendaraan yang baru keluar dari pabrik. Tapi, kendaraan kuno keluaran 1960-an.
Kendaraan lawas yang kini sudah tidak diproduksi itu berjejer di garasi. Untuk mobil, ada Volkswagen (VW) Beetle atau yang lebih dikenal dengan Volkswagen kodok. Diproduksi pada 1961.
Meski sekarang sudah berumur 62 tahun, mobil berdesain unik itu masih tampak elegan. Di Indonesia, mobil lawas pabrikan Jerman tersebut pernah menjadi mobil dinas Bung Karno semasa menjabat presiden.
’’Masih sering saya pakai,’’ tutur Erick Komala, sang kolektor, kepada Jawa Pos kemarin (4/5). Selain Volkswagen kodok, ada Volkswagen Golf GTi produksi 1978.
Tampilannya masih menarik dengan motif warna. Erick juga mengoleksi mobil klasik lain berupa Ford Cortina keluaran 1975. Ada juga Mini Cooper.
Mobil berdimensi mungil itu sekarang diincar para penghobi mobil klasik. Mereka berani menawar dengan harga tinggi. ’’Pernah ditawar orang Rp 300 juta. Saya tidak mau lepas. Masih senang lihat,’’ tutur Erick, lalu tertawa.
Di garasi rumahnya, Erick mendesain tempat khusus motor Vespa. Tempatnya berada di bagian atas yang dibuat seperti panggung. Di sana nangkring empat unit Vespa produksi 1960-an. Sama seperti mobil klasik, mesin motor produksi Italia itu juga masih bisa berfungsi.
’’Beberapa kali turun sama komunitas Vespa. Ya pakai ini,’’ ujarnya sambil menunjuk motor mungil itu.
Sebetulnya, masih banyak lagi koleksi kendaraan klasik milik Erick. Tapi, banyak yang disimpan di lokasi terpisah. Termasuk di rumahnya yang berada di Jalan Kenjeran. Di sana, ada sekitar 20 Vespa antik koleksi pria kelahiran 25 Juli 1981 itu. ’’Agar bisa awet, harus rajin dirawat,’’ imbuhnya.
Erick butuh perjuangan keras untuk mengoleksi sekian banyak kendaraan klasik itu. Termasuk harus hunting ke berbagai daerah. Dia pernah berburu VW lawas sampai ke Solo. Juga ke Jogjakarta, Jakarta, Medan, dan Denpasar.
’’Kebetulan, saya punya kenalan teman sesama penghobi VW klasik. Iya pakai jaringan itu,’’ tutur ayah dua anak tersebut.
Hobi mengoleksi kendaraan klasik berawal dari kesukaan Erick pada dunia otomotif. Bahkan sejak lulus SMA, dia membuka bengkel modifikasi. ’’Ini karena saya hobi otomotif. Hasilnya saya pakai buat belanja kendaraan klasik,’’ tuturnya.
Namanya kendaraan kuno, banyak yang didapat dalam kondisi rusak berat karena pemilik awal tidak merawat. Erick memboyong kendaraan-kendaraan itu ke Surabaya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
