
PIMPIN KOMUNITAS BESAR: Euis Kurniawati (empat dari kanan) saat menerima penghargaan Ruki di Jakarta beberapa waktu lalu.
Nyemplung ke kolam renang untuk latihan pertama pada November 2019, MSS terbilang masih berusia belia. Namun, kebermanfaatannya yang dianggap luas membuat komunitas itu tercatat sudah menjuarai penghargaan nasional bergengsi.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
UNGGAHAN salah seorang tokoh perempuan Indonesia di media sosial yang berisi informasi untuk mendaftarkan komunitas dalam event penghargaan Ruang Komunal Indonesia (Ruki) membuat Founder Muslimah Swimming Squad (MSS) Euis Kurniawati tidak berpikir panjang.
Dia langsung mendaftarkan MSS meski akhirnya tidak menyangka bahwa itu adalah awal dari perjalanan menuju kemenangan. MSS dinobatkan sebagai juara pertama event Ruki kategori perempuan.
Ruki adalah program milik Meta yang menaungi Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Ruki menjadi ajang bagi komunitas untuk menceritakan kontribusinya di masyarakat.
Beberapa kategorinya, antara lain, teknologi, olahraga, dan disabilitas. MSS memenangi kategori perempuan setelah bersaing dengan kurang lebih 100 komunitas di seluruh Indonesia.
’’Pemenangnya ada yang sampai dari NTB. Bangga sekali bisa menang dari Surabaya karena di Jatim hanya Surabaya dan Malang yang mendapat penghargaan,’’ ujar Euis kepada Jawa Pos Senin (1/5).
Dalam kesempatan wawancara dengan dewan juri, Euis mengungkapkan ada beberapa poin yang membuat MSS dianggap lebih unggul dibandingkan pesaing lainnya. Antara lain, bisa mendata dengan baik jumlah member yang sudah merasakan kebermanfaatan.
Euis menuturkan, MSS menghitung penerima manfaat dari jumlah member yang sudah pernah mengikuti latihan renang gratis.
’’Setiap member yang sudah pernah bergabung untuk latihan kan wajib mengisi form Google Drive. Itu bisa diakses secara transparan dan angkanya sudah 3.400 orang dengan kurang lebih 200 trainer,’’ terang perempuan 39 tahun tersebut.
Hal lain yang juga dianggap poin plus adalah program MSS tidak serta-merta ditentukan oleh pusat, founder, maupun pengurus. Namun, dibuat berdasar suara dari akar rumputnya.
’’Jadi, akar rumput butuh apa, digodok dan diakomodasi menjadi sebuah program. Seperti program Market Day yang mewadahi kebutuhan member untuk berjualan produk atau mempromosikan usahanya,’’ ujar ibu tiga anak itu.
Euis mengungkapkan, saat ini MSS punya ribuan member yang tersebar di kurang lebih 45 kota. Di luar Jawa ada Aceh, Jambi, Bitung, Manado, hingga Bontang. Menurut dia, pergerakan anggota bisa sampai sejauh itu karena berbasis relawan.
Euis sendiri memiliki pekerjaan utama sebagai trainer atau motivator. Setiap kali pergi untuk urusan pekerjaan ke kota-kota yang jauh, dia sekalian membuka program training for trainer (TFT). Yakni, pelatihan untuk mencetak calon pelatih renang.
’’Nanti saat aku balik ke Surabaya, merekalah yang meneruskan program MSS untuk diajarkan gratis ke tempat masing-masing,’’ imbuhnya. (*/c7/git)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
