
STATUS WASPADA: Asap tebal dari puncak Gunung Raung terpantau dari wilayah Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur, kemarin (24/12). (JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
Meski status Gunung Raung tetap di level II, warga dusun di lerengnya mempertanyakan kenapa tak ada pemberitahuan sama sekali. Pengamatan puncak tidak bisa dilakukan karena tertutup kabut.
SALIS ALI M., RIZKY HASAN, RAMA MAULANA, Banyuwangi
BEGITU laporan erupsi Gunung Raung masuk kemarin (24/12), Bandara Banyuwangi langsung melakukan langkah sesuai prosedur. Mereka melakukan paper test.
Paper test adalah pengujian secara kasatmata untuk mengetahui apakah ada abu vulkanis dengan menggunakan kertas putih. Pengujian ini dilakukan dengan memeriksa kertas secara berkala, misalnya setiap jam, bergantung tingkat keaktifan erupsi gunung berapi. Dikutip dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, hasil pengujian Bandara Banyuwangi, sebaran abu vulkanis negatif serta aktivitas operasional bandara dan penerbangan tetap berjalan seperti biasa.
”Alhamdulillah, sampai saat ini (kemarin pukul 11.18) sebaran volcanic ash-nya negatif berdasar paper test yang dilakukan tim safety Bandara Banyuwangi,” tutur Kepala Bandara Banyuwangi Johan Seno Acton kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (24/12).
Gunung Raung yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, erupsi kemarin. Asap tebal berwarna gelap membubung hingga ketinggian mencapai 2.000 meter di atas kolom erupsi.
Asap tebal berwarna gelap itu condong mengarah ke timur. Kondisi itu membuat warga di kaki gunung setinggi 3.332 mdpl tersebut panik.
Misalnya, warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. ”Warga sempat panik. Sekitar pukul 07.00 dikira awan mendung saja, ternyata agak lama asapnya semakin tinggi,” kata Kepala Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Agung Tricahyono.
Agung menyebut, kepulan asap itu bertahan kurang lebih tiga jam. ”Sekitar pukul 10.00, asap tebal itu sudah mulai terbawa angin ke arah barat. Warga bertanya-tanya, kok tidak ada pemberitahuan mengenai kondisi ini, erupsi atau apa,” katanya.
Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Api Raung Agung Tri Subekti, erupsi kemarin terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 42 detik. ”Asap condong ke arah timur,” katanya.
Hanya, terang dia, pengamatan puncak dan tubuh gunung api tidak bisa dilakukan karena tertutup kabut. Hingga kemarin sore, belum ada laporan mengenai warga yang terdampak abu vulkanis akibat erupsi tersebut. ”Yang terlihat hanya kepulan asap tebal. Badan gunung tidak teramati karena tertutup awan,” ujarnya.
Menurut Agung, gunung berapi itu erupsi pertama pada pukul 09.30. Hingga berita ini ditulis pada pukul 15.30, muncul erupsi susulan empat kali, yakni pada pukul 10.25, 10.31, 10.35, dan 12.10. ”Erupsi pertama pukul 09.30. Kalau asap yang muncul pada pagi hari, itu asap putih akibat air hujan masuk ke kawah,” ungkapnya.
Meski lima kali erupsi, terang Agung, belum ada kenaikan status Gunung Raung. Hingga saat ini masih berada pada status waspada atau level II. Belum level III atau siaga, apalagi level IV alias awas.
”Rekomendasinya, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 kilometer atau menuruni kaldera dan bermalam di kawasan kawah,” pintanya.
Wisatawan Bertahan

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
