Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 18.55 WIB

Tuntutan Pembebasan Pilot Susi Air Jadi Aspirasi Warga yang Rawat Phillip Mehrtens

HARI YANG DINANTIKAN: Phillip Mehrtens (kiri) dan Edison Gwijangge di helikopter yang membawa mereka dari Nduga ke Timika (21/9). Pada hari itu, Mehrtens dibebaskan setelah 19 bulan disandera. - Image

HARI YANG DINANTIKAN: Phillip Mehrtens (kiri) dan Edison Gwijangge di helikopter yang membawa mereka dari Nduga ke Timika (21/9). Pada hari itu, Mehrtens dibebaskan setelah 19 bulan disandera.

Dalam upaya mendekati penyandera, tim negosiator keluar masuk hutan dan melakukan berbagai pelayanan, mulai pendidikan, kesehatan, sampai makanan. Indonesia maupun Selandia Baru membantah adanya uang tebusan.

UNTUK kali pertama setelah hampir 600 hari, Phillip Mehrtens tidur di tempat tidur yang layak setelah dia dibebaskan dari penyanderaan pada Sabtu (21/9) pekan lalu. Ada istri dan anak yang mendampingi pilot 38 tahun itu di tempat tinggal mereka di Bali.

”Keluarganya sudah pasti sangat berbahagia,” kata Winston Peters, menteri luar negeri dan perdagangan Selandia Baru, seperti dikutip dari New Zealand Herald.

Peters menggambarkan negosiasi untuk membebaskan pilot Susi Air itu ”cukup menegangkan”.

”Kami harus menahan diri, tidak boleh terlalu terbawa perasaan dan melakukan sesuatu yang bisa membahayakan peluang kami,” katanya.

Kuncinya Pendekatan Halus

Mehrtens, kata Asisten Operasi Polri Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca, sebenarnya akan dibebaskan pada 16 Maret lalu. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-38.

”Tapi, tertunda karena masih ada prosedur lain yang harus dipenuhi,” kata Verdianto kepada Cenderawasih Pos pada Minggu (22/9).

Verdianto tak menyebut apa yang dimaksud dengan ”prosedur lain yang harus dipenuhi”. Tapi, sejak Mehrtens disandera kelompok Egianus Kogoya, salah satu fasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, proses negosiasi pembebasannya memang mengalami naik turun.

Tak lama setelah penyanderaan pada 7 Februari 2023 itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembom sempat menyebut Mehrtens tidak akan pernah dilepas sampai Indonesia mengakui kemerdekaan Papua. Pada Mei tahun yang sama, kelompok penyandera juga mengancam membunuh ayah satu anak itu kalau tuntutan pembicaraan tentang kemerdekaan Papua tak dipenuhi dalam dua bulan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan, pihaknya selama ini mengedepankan upaya soft approach ketimbang hard approach. Pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat Egianus.

”Karena kita tahu, dalam sebuah operasi pembebasan, keselamatan sandera merupakan prioritas utama,” kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo di hadapan tim negosiator yang dia undang ke Jakarta kemarin untuk menyampaikan apresiasinya.

Edison Gwijangge, mantan penjabat bupati Nduga yang termasuk dalam tim negosiator, menceritakan bagaimana dirinya keluar masuk hutan mengikuti ke mana Mehrtens dibawa. Di distrik-distrik tempat Mehrtens berada, tim yang dipimpin Edison melakukan pelayanan kepada masyarakat setempat.

Mulai pelayanan pendidikan, memberikan bahan makanan kepada masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga melakukan komunikasi dengan pimpinan Kodap (Komando Daerah Pertahanan) III Egianus Kogoya dan jajarannya. ”Kami berikan pemahaman saat itu bahwa demi kemanusiaan pilot harus dibebaskan,” kata Edison.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore