
HARI YANG DINANTIKAN: Phillip Mehrtens (kiri) dan Edison Gwijangge di helikopter yang membawa mereka dari Nduga ke Timika (21/9). Pada hari itu, Mehrtens dibebaskan setelah 19 bulan disandera.
Dalam upaya mendekati penyandera, tim negosiator keluar masuk hutan dan melakukan berbagai pelayanan, mulai pendidikan, kesehatan, sampai makanan. Indonesia maupun Selandia Baru membantah adanya uang tebusan.
UNTUK kali pertama setelah hampir 600 hari, Phillip Mehrtens tidur di tempat tidur yang layak setelah dia dibebaskan dari penyanderaan pada Sabtu (21/9) pekan lalu. Ada istri dan anak yang mendampingi pilot 38 tahun itu di tempat tinggal mereka di Bali.
”Keluarganya sudah pasti sangat berbahagia,” kata Winston Peters, menteri luar negeri dan perdagangan Selandia Baru, seperti dikutip dari New Zealand Herald.
Peters menggambarkan negosiasi untuk membebaskan pilot Susi Air itu ”cukup menegangkan”.
”Kami harus menahan diri, tidak boleh terlalu terbawa perasaan dan melakukan sesuatu yang bisa membahayakan peluang kami,” katanya.
Kuncinya Pendekatan Halus
Mehrtens, kata Asisten Operasi Polri Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca, sebenarnya akan dibebaskan pada 16 Maret lalu. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-38.
”Tapi, tertunda karena masih ada prosedur lain yang harus dipenuhi,” kata Verdianto kepada Cenderawasih Pos pada Minggu (22/9).
Verdianto tak menyebut apa yang dimaksud dengan ”prosedur lain yang harus dipenuhi”. Tapi, sejak Mehrtens disandera kelompok Egianus Kogoya, salah satu fasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, proses negosiasi pembebasannya memang mengalami naik turun.
Tak lama setelah penyanderaan pada 7 Februari 2023 itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembom sempat menyebut Mehrtens tidak akan pernah dilepas sampai Indonesia mengakui kemerdekaan Papua. Pada Mei tahun yang sama, kelompok penyandera juga mengancam membunuh ayah satu anak itu kalau tuntutan pembicaraan tentang kemerdekaan Papua tak dipenuhi dalam dua bulan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan, pihaknya selama ini mengedepankan upaya soft approach ketimbang hard approach. Pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat Egianus.
”Karena kita tahu, dalam sebuah operasi pembebasan, keselamatan sandera merupakan prioritas utama,” kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo di hadapan tim negosiator yang dia undang ke Jakarta kemarin untuk menyampaikan apresiasinya.
Edison Gwijangge, mantan penjabat bupati Nduga yang termasuk dalam tim negosiator, menceritakan bagaimana dirinya keluar masuk hutan mengikuti ke mana Mehrtens dibawa. Di distrik-distrik tempat Mehrtens berada, tim yang dipimpin Edison melakukan pelayanan kepada masyarakat setempat.
Mulai pelayanan pendidikan, memberikan bahan makanan kepada masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga melakukan komunikasi dengan pimpinan Kodap (Komando Daerah Pertahanan) III Egianus Kogoya dan jajarannya. ”Kami berikan pemahaman saat itu bahwa demi kemanusiaan pilot harus dibebaskan,” kata Edison.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
