
PEDULI LINGKUNGAN: Suasana syukuran di Sekolah Alam Pacitan setelah masuk Top 10 World
Model pembelajaran di Sekolah Alam Pacitan berupa penguatan materi ajar, penguatan di teknologi informasi, dan praktik langsung. Orang tua siswa juga ikut dilibatkan dalam inovasi yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
SUCI OKTA, Pacitan
---
SATU hari, para siswa Sekolah Alam Pacitan, Jawa Timur, diajak Sindeso, semacam belajar langsung dengan menginap di desa. Kali lain, mereka green camp, berkemah sembari menjaga alam sekitar. Dan, di hari yang lain lagi mereka tracking atau menjelajah.
Aksi-aksi lingkungan seperti itulah yang akhirnya turut mengantarkan sekolah yang memiliki 208 murid tersebut ke pengakuan internasional. Pekan lalu sekolah yang berada di kawasan Jalan Brawijaya, Pacitan Kota, itu masuk shortlist (daftar pendek) Top 10 World’s Best School Prize for Environmental Action 2024.
Untuk bisa masuk top 10 itu tidak mudah. Harus bersaing dengan ribuan sekolah di seluruh dunia. Adapun sembilan sekolah lain di kategori yang sama dengan Sekolah Alam Pacitan berasal dari 10 negara berbeda. Di antaranya, Axular Lixeoa (Spanyol), Dubai International Academy Emirates Hill (UEA), dan Dulwich College (Singapura).
Adapun World’s Best School Prizes didirikan oleh T4 Education bekerja sama dengan Accenture, American Express, dan Lemann Foundation. T4 Education merupakan platform global yang menyatukan sekitar 200 ribu guru dari 100 negara untuk mentransformasi pendidikan.
Ada lima kategori World’s Best School Prize. Yaitu, Kolaborasi Komunitas, Aksi Lingkungan, Inovasi, Mengatasi Kesulitan, dan Mendukung Kehidupan yang Sehat.
’’Kami ambil tema aksi lingkungan sesuai dengan visi dan misi sekolah,’’ tutur Kepala Sekolah Alam Pacitan Bangun Narutama kepada Jawa Pos Radar Madiun yang menemuinya di sela syukuran atas pencapaian tersebut di Pacitan pada Jumat (14/6) pekan lalu.
Sekolah Alam Pacitan adalah sekolah dasar yang berada satu kompleks dengan pendidikan anak usia dini. Untuk menunjang pembelajaran, sekolah tersebut memiliki sawah serta kebun dengan luas total sekitar 400 meter persegi.
Menurut Bangun, model pembelajaran di sekolah dasar yang berdiri sejak 2008 itu adalah penguatan materi ajar, penguatan di teknologi informasi, dan praktik langsung. ”Ada empat pilar dalam pendidikan di sekolah kami. Pertama akhlakulkarimah, kedua logika pengetahuan, ketiga leadership atau kepemimpinan, dan keempat wirausaha,” terang Bangun.
Kepada para siswa, misalnya, diajarkan dengan praktik langsung bagaimana mengurangi penggunaan plastik dan memilah sampah. Juga, bagaimana melakukan daur ulang serta membuat kompos dan pestisida alami.
Adapun inti dari pendekatan pendidikan Sekolah Alam Pacitan adalah program laboratorium hijau. Ini melibatkan siswa dalam kegiatan seperti pertanian organik dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Di antara inovasi yang telah diterapkan Sekolah Alam Pacitan adalah pengurangan penggunaan kertas sampai 72 persen. Juga penghematan energi melalui pencahayaan alami serta sistem daur ulang air. Inisiatif-inisiatif tersebut secara kolektif mereduksi jejak karbon sekolah dan di saat yang sama menambah pengetahuan para siswa.
”Pembelajaran langsung ini memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip ekologi setiap hari,’’ jelasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
