Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juni 2024 | 17.00 WIB

Mulianya Hati Dharmawansya, Driver Ojek Online yang Boncengkan Kakek dan Jenazah Cucu di Makassar selama Satu Jam Lebih

TAK MAMPU BAYAR AMBULANS: Dharmawansya mengantar kakek yang menggendong jenazah cucunya (15/6). - Image

TAK MAMPU BAYAR AMBULANS: Dharmawansya mengantar kakek yang menggendong jenazah cucunya (15/6).

Kakek dan jenazah cucunya yang diboncengkan Dharmawansya tak mampu membayar biaya ambulans Rp 700 ribu. ”Jadi, saya antar, seberapa pun dia kasih, saya tidak minta, sukarela,” katanya.

MUHSIN, Makassar

---

masih adakah yang akan kautanyakan

tentang hal itu? hujan pun sudah selesai

sewaktu tertimbun sebuah dunia yang tak habisnya bercakap

di bawah bunga-bunga menua, matahari yang senja

”Sehabis Mengantar Jenazah”

Sapardi Djoko Damono

MAKASSAR memang sudah tak lagi hujan. Tapi, orang-orang masih terus menanyakan pengalaman Dharmawansya mengantarkan jenazah puluhan kilometer.

”Saya teringat keponakan saya. Jenazahnya juga diantar menggunakan sepeda motor,” kata pengemudi ojek online itu kepada FAJAR Sabtu (15/6) lalu, sepulangnya dari Pangkep, mengantar dengan sepeda motor seorang kakek yang membopong cucunya yang masih bayi yang sudah meninggal.

Jarak dari Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, ke Pangkep sekitar 53 kilometer. Jarak tersebut membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit perjalanan darat untuk menempuhnya.

Bayangkan, selama itu dan di belakang punggung ada seorang bayi yang telah kehilangan nyawa. Dan, seorang kakek yang harus bertahan menahan duka. ”Kami tak banyak berbicara selama perjalanan,” kenang Dharmawansya yang tak sempat menanyakan nama si kakek dan cucunya yang telah meninggal.

Barangkali, dalam satu jam lebih itu, dunia keduanya, mengutip Sapardi, tertimbun dunia yang tak habisnya bercakap. Apalagi, mereka juga tak saling mengenal sebelumnya. Persilangan nasib saja yang mempertemukan mereka.

Wawan, sapaan akrab Dharmawansya, sudah hendak meninggalkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Tadjuddin Chalid Makassar Sabtu pagi itu setelah mengantarkan order makanan saat Herman, seorang staf RS, mencegatnya. Dia menanyakan tarif offline ojek ke Pangkep. ”Saya kira ini cuma penumpang. Terus saya bilang, kalau ke Pangkep itu agak jauh, saya tidak tahu berapa tarifnya," terang dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore