MENGHIDUPKAN NOVEL: Komikus Faiq AZ (kiri) bersama penulis Me, Him & Labuan Bajo dr Evy Ervianti SpKK FINSDV FAADV memamerkan karya webtoon dan buku yang diadaptasi Selasa (4/4).
Kisah romansa Widya dan Adi dipublikasikan dalam novel karya Evy Ervianti pada 2007. Kini petualangan keduanya sebagai dokter di daerah juga dibuat dalam karya komik webtoon. Evy selaku dokter ingin menjangkau lebih banyak khalayak lewat komik.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
BANYAK hal baru yang menantinya di sana. Bukan hanya pengetahuan, pengalaman, dan petualangan mendebarkan menaklukkan medan wilayah puskesmas yang cukup berat, tetapi sangat indah.
Labuan Bajo ternyata juga telah membuka wawasan dan mengasah nuraninya terhadap kondisi masyarakat di tempat terpencil.
Pembuka kisah Widya Prabaswari dan Adi Priyatna Kusuma di Labuan Bajo itu memberikan cuplikan petualangan keduanya dalam buku karya Evy. Setelah belasan tahun berlalu, buku itu tidak hanya mengendap sebagai tulisan. Kini ia berusaha dihidupkan lewat goresan lukisan dan warna.
Faiq AZ membuka coretan-coretan digital buatannya. Beberapa masih berupa goresan garis wajah dan bentuk tubuh. Makin digeser, makin terlihat karakter-karakter itu punya warna.
Gaya pakaian dan mimik juga makin terlihat. Dialah yang menginisiatori adaptasi novel Me, Him, & Labuan Bajo karya ibu mertuanya, Evy, menjadi komik webtoon.
”Karya Mama ini menarik. Karena genrenya romansa, pasarnya besar. Tapi, cerita dokter di pedalaman itu masih jarang,” kata Faiq.
Kecantikan Labuan Bajo sebagai latar juga punya nilai kuat untuk menarik pembaca komik secara visual. Adegan ikonik perkenalan dua tokoh utama, Widya dan Adi, dibuat dengan romantis oleh Faiq dan Chandra Harissa selaku komikus.
Dengan latar gelap, keduanya memandang matahari terbit di sisi pantai melalui ketinggian Bukit Waringin. Widya, si dokter childish yang baru lulus, harus beradu dengan Adi, si dokter yang juga kepala puskesmas.
Komik yang digarap dalam rentang waktu empat bulan itu tidak meninggalkan gambaran kerja keras dokter di daerah. Dengan tenaga yang terbatas dan alat-alat seadanya, Widya dan Adi harus tanggap membantu pasien dengan segala keluhannya.
”Mengubah novel ke komik ini nggak mudah. Contohnya ya saat adegan Widya yang membantu pasien melahirkan,” ungkap Faiq.
Dalam buku, kisahnya mungkin hanya dua halaman. Namun, membangun emosi lewat gambar ternyata lebih panjang dari itu. Bahkan hampir menghabiskan satu chapter khusus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
