
OLAH TKP: Dirlantas Polda Jatim Kombes Komarudin (dua dari kanan) dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa
Penyebab kecelakaan yang menewaskan dr Abdul Aziz SP OP dan istri, dr Erysha Kartika, diduga karena pengendara motor yang tiba-tiba menyeberang. Temuan polisi, tanda nomor kendaraan korban tidak terdaftar.
MOCHAMAD VIKRY ROMADHONI, Kabupaten Probolinggo
---
SUASANA duka menggelayut di rumah yang berada di Wisma Pagesangan, Surabaya, itu kemarin (29/4) sore. Penghuni rumah, pasangan dr Abdul Aziz SP OP, 34, dan dr Erysha Kartika, 31, dimakamkan kemarin siang setelah berpulang akibat kecelakaan di Jalan Raya Pantura, Kabupaten Probolinggo, Jatim.
Keduanya diketahui bekerja di RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan. ”Maaf, kami belum bisa memberi keterangan apa-apa,” kata salah seorang anggota keluarga kepada Jawa Pos.
Insiden maut itu terjadi pada Minggu (28/4) sore di Jalan Raya Pantura, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Aziz memboncengkan sang istri menaiki moge (motor gede) Harley-Davidson bernomor polisi B 6363 ZN.
Berdasar informasi yang dikumpulkan polisi dari keterangan saksi serta olah tempat kejadian perkara (TKP), penyebab kecelakaan karena korban kaget saat ada sebuah sepeda motor yang menyeberang ke utara. Menurut Dirlantas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombespol Komarudin, hal itu memungkinkan terjadi karena di sekitar TKP memang ada jalan menuju utara ke perkampungan yang melewati rel kereta api.
Moge yang dikendarai korban.
”Namun, apa keterkaitan antara motor dan kecelakaan ini masih terus kami dalami,” katanya seperti dilansir Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Jalan raya tempat terjadinya kecelakaan itu membujur ke timur dan barat. Kabar yang beredar luas di berbagai platform sebelumnya menyebutkan, kecelakaan itu melibatkan rombongan tiga moge dan sebuah mobil Toyota Innova dari arah berseberangan.
Aziz dan Erysha terjatuh ke arah utara atau sisi kanan. Sampai berita ini ditulis, pengendara motor NMax yang menjadi penyebab awal kecelakaan serta Innova masih dalam pencarian.
Moge korban mengalami pergeseran cukup jauh dari titik tabrak pertama dengan posisi akhir moge berada sekitar 38 meter. ”Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa kendaraan (moge korban, Red) melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, untuk memastikan, kami terus mendalami penyebab kecelakaan tersebut,” kata Komarudin.
Abdul Aziz dan Erysha Kartika.
Dari olah TKP juga diketahui tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) moge milik korban ternyata tidak terdaftar di ERI (electronic registration and identification). Walaupun faktanya di lapangan, moge ini ada nopolnya.
”TNKB tidak terdaftar. Juga nomor kerangka dan nomor mesin tidak teridentifikasi,” katanya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
