
SIAP KONSER: Prihyanti Lumbanraja telaten mengajari ibu-ibu bermain angklung. Foto atas, Happy Voice Angklung menyanyikan beberapa lagu pada acara pembukaan Jawa Pos Beauty Fest 2023 di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (16/3). (Frizal/Jawa Pos)
Tidak ada yang mengajari secara langsung cara bermain angklung pada Prihyanti Lumbanraja. Dia belajar sendiri lewat YouTube. Tapi, justru dia menjadi pionir komunitas dan perkumpulan angklung yang mulai menyebar di Surabaya.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
TERKUNGKUNG akibat pandemi pada 2021 lalu membuat grup line dance Five March merasa bosan. Mereka tidak bisa lagi tampil ke mana pun karena mesti mengikuti anjuran untuk stay at home.
Rasa bosan itu selanjutnya mencetuskan niat mereka untuk belajar angklung. Prihyanti yang menjadi salah satu anggota Five March pun sigap mengambil langkah.
Dia membuka channel YouTube Mang Udjo Bandung untuk belajar angklung secara otodidak. Hanya butuh sepekan baginya untuk betul-betul bisa memainkan angklung. Dia lantas mengajarkan skill itu kepada teman-temannya anggota Five March yang lain.
’’Kami akhirnya tiga puluh orang bikin grup angklung yang namanya G’ma Rinor.
Itu singkatan dari Grandma Rindu Order. Karena pada saat itu kami cuma latihan terus saja, tapi tidak pernah tampil di mana-mana,’’ kenang perempuan yang akrab disapa Yanti itu, lantas terbahak.
G’ma Rinor pun disebutnya sebagai pionir grup angklung di Surabaya. ’’Awalnya ya kluntang klunting seperti lagi main-main. Tapi, kok lama-lama animonya di luar ekspektasi. Saya tidak pernah berpikir sampai bisa mengajari banyak orang. Sekarang sehari bisa ngajar di tiga tempat,’’ ungkapnya.
Yanti menuturkan, belajar angklung terbilang mudah. Asal paham notasi, bisa menyanyi, dan mampu mengaransemen lagu. Pada awalnya, dia belajar menggunakan lagu The Beatles yang dianggap notasinya mudah untuk dimainkan dengan angklung. Setelah itu, baru belajar lagu dengan notasi yang lebih susah.
Setelah pandemi mereda, G’ma Rinor mulai diundang tampil di beberapa acara. Dari situlah awal mula banyaknya perkumpulan dan komunitas yang menyatakan tertarik untuk belajar angklung dan minta diajari oleh Yanti.
Termasuk ibu-ibu yang tinggal di kompleks rumah Wali Kota Eri Cahyadi. Ibu-ibu di sana lantas membentuk grup angklung bernama Gita Kencana. Ada juga grup paduan suara Happy Voice yang beranggota istri-istri pegawai Telkom.
’’Animo untuk belajar angklung betul-betul di luar ekspektasi saya. Saya tidak terpikir akan sampai sebegini besar. Kalau ditotal, sudah ada 10 grup dengan total kurang lebih 200 anggota yang sudah saya ajari angklungan,’’ imbuh ibu tiga anak dan dua cucu itu.
Menurut dia, kegiatan seperti berlatih angklung punya banyak manfaat, terutama untuk mereka yang sudah lansia. Salah satunya, mencegah demensia sekaligus sebagai sarana rekreatif.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
