
PANTANG MENYERAH: Iwan (dua dari kiri) saat mengikuti seminar game online beberapa waktu lalu. Dia berhasil bangkit setelah gagal dalam bisnis aplikasi. (ARIF ADI WIJAYA/JAWA POS)
Jatuh bangun dalam mendirikan bisnis start-up, Akhmad Ghofarudin Kurniawan tak lantas patah arang. Setelah gagal bisnis penyedia aplikasi, pemuda 25 tahun itu kini sukses menjalankan bisnis trading voucer game online. Dalam kurun waktu hampir dua tahun, omzetnya mencapai ratusan juta rupiah per bulan.
ARIF ADI WIJAYA, Surabaya
DUA tahun lalu menjadi masa paling berat bagi Akhmad Ghofarudin Kurniawan. Pemuda yang akrab disapa Iwan itu kehilangan banyak relasi dan mitra usaha. Banyak user aplikasi yang dia buat yang memutuskan berhenti. Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak pada usaha yang dia rintis dari awal hingga berkembang dan akhirnya gulung tikar.
Iwan memang pernah menjadi pengembang aplikasi. Banyak orang yang membutuhkan jasanya untuk membuat berbagai aplikasi sesuai dengan keperluan pengguna. Namun, kondisi berubah ketika pandemi melanda. Tepatnya pada November 2020, bisnis pengembang aplikasinya tidak dapat dipertahankan.
Bukan hanya relasi dan mitra usaha yang hilang. Uang keuntungan sampai modal juga amblas tidak bersisa. Sampai-sampai, dia harus merelakan satu-satunya mobil yang dimiliki terjual. Uangnya digunakan untuk memulai bisnis baru. ”Wes ajur-ajuran (sudah hancur-hancuran, Red).
Habis banyak, pusing bingung mau ngapain. Akhirnya, mobil tak jual buat modal,” katanya saat ditemui Minggu (11/9).
Namun, Iwan tidak serta-merta mendirikan usaha setelah berhasil mendapat uang. Setelah memperoleh modal, dia masih bingung. Belum memiliki rencana matang penggunaan uang yang sudah berada di tangan. Uang itu mau diapakan juga belum jelas. Yang pasti, Iwan tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Tidak ingin gagal untuk kali kedua. Karena itu, dia pun belajar ke berbagai teman untuk membangun bisnis anyar pada Januari 2021. Yakni, menjual voucer game bernama VocaGame.
Awalnya, banyak teman yang mengolok-oloknya. Tidak sedikit ejekan yang dia terima. Dia sempat pesimistis. Sebab, tidak banyak yang paham tentang usaha tersebut. Banyak orang awam yang bertanya tentang cara menjual voucer game itu dan kepada siapa saja menjualnya. Termasuk pertanyaan voucer itu bakal laku atau tidak. ”Karena sudah banyak platform yang menyediakannya,” ujar Iwan.
Meski banyak pihak yang ragu, pria yang tinggal di salah satu kompleks perumahan di daerah Wiyung itu tetap maju. Dia tidak mendengarkan omongan negatif dari orang lain. Iwan yakin bisnis yang akan dijalani tersebut memiliki prospek bagus. ”Modal bismillah. Wes pokoke budal (sudah, yang penting berangkat),” tegasnya mantap.
Awalnya, modal yang dia pakai tidak banyak. Hanya nominal jutaan rupiah. Tidak sampai di angka Rp 10 juta. Dari modal tersebut, ternyata penjualan voucer terus meningkat. Dia pun berspekulasi untuk menyewa tempat sebagai base camp.
Hampir dua tahun terakhir, Iwan terus membangun jaringan baru. Hingga akhirnya, dia mendapat relasi ke beberapa pro player game multiplayer online battle arena (MOBA). Di antaranya, Brandon Kentjana alias BKent, Jonathan Liandi alias Jo, dan Yurino Putra Angkawijaya alias Donkey Yurino. Ketiganya merupakan pemain profesional yang sangat populer di kalangan pemain game Mobile Legends: Bang Bang.
Dari para pro player tersebut, nama usahanya semakin moncer. Hingga sekarang, omzet dalam sebulan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, Iwan tidak ingin menyebutkan angka pastinya. ”Yang penting, kita yakin. Jangan dengarkan omongan orang yang mencela dan niatkan membantu orang lain. Satu lagi, bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang. Wes iku ae kuncine (sudah itu saja kuncinya),” tutur Iwan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
