Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Agustus 2022 | 14.48 WIB

Ketika Ratusan Arek Suroboyo Tampil di Warna-warni Kreativitas

AKSI BOCAH: Olah vokal oleh Devi Putri Trisnawati dari Rumah Kreatif pada acara Warna-warni Kreativitas yang diselenggarakan pemkot di Balai Budaya Surabaya Minggu (28/8). (Frizal/Jawa Pos) - Image

AKSI BOCAH: Olah vokal oleh Devi Putri Trisnawati dari Rumah Kreatif pada acara Warna-warni Kreativitas yang diselenggarakan pemkot di Balai Budaya Surabaya Minggu (28/8). (Frizal/Jawa Pos)

Begitu gamelan dipukul mengiringi lagu Perahu Layar, suara gemuruh dari tepuk tangan menyesaki ruang pertunjukan Balai Budaya, Minggu (28/8). Untuk kali kedua, Warna-warni Kreativitas dari Rumah Kreatif dan Kampung Kreatif digelar.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

KOTA boleh modern dan sah-sah saja disebut sebagai metropolis. Namun, untuk urusan kebudayaan, Surabaya tetap ingin ngeramut (merawat). Salah satu bentuknya adalah apa yang tersaji di Balai Budaya kemarin.

Usia penontonnya bermacam-macam. Ada yang masih anak-anak sampai orang dewasa. Lengkap. Beragam jenis kebudayaan ditampilkan di atas panggung. Mulai tari glipang, hadrah, hingga karawitan dengan prosesi MC khas Jawa. Kursi-kursi pertunjukan penuh oleh penonton. Para penampil itu berasal dari program besutan pemkot, Rumah Kreatif dan Kampung Kreatif.

Berbeda dengan Warna-warni Kreativitas pertama yang diselenggarakan di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran pada Maret lalu. Kali ini jumlah penampil di Warna-warni Kreativitas kedua tak kalah seru dibandingkan pertama.

Ada 25 penampil yang unjuk gigi di depan ratusan penonton.

Rina Wahyuni selaku subkoordinator pengembangan seni dan budaya dari dinas kebudayaan dan kepemudaan dan olahraga serta pariwisata (DKKORP) mengatakan bahwa untuk Rumah Kreatif, lokasi latihannya di Balai Pemuda. Ada jadwal masing-masing setiap pekan. Di sana siapa pun boleh ikut.

Beberapa kelas di Rumah Kreatif yang bisa diikuti, antara lain, kelas seni sastra, modern dance, perkusi, karawitan, ludruk, hingga pelatihan MC berbahasa Jawa. Rina menyebutkan, total ada 13 kelas yang disediakan.

Nah, lain lagi Kampung Kreatif. ”Kampung Kreatif itu kampung-kampung dengan anak-anak berbakat seni. Latihannya bukan di Balai Pemuda, tapi di masing-masing kampung,” paparnya.

Ada 13 kelompok seni di Rumah Kreatif. Sementara itu, Kampung Kreatif berjumlah 24 kampung. Pemkot dengan kampung-kampung tersebut berkolaborasi untuk mengasah hingga melahirkan generasi-generasi anyar di bidang seni.

Di Kampung Kreatif, kelas seni tari mendominasi. Namun, ada juga satu kelas ludruk. Latihannya di kantor Kelurahan Kapasari. ”Warna-warni Kreativitas menjadi wujud apresiasi pemkot kepada para peserta Rumah Kreatif-Kampung Kreatif untuk menunjukkan skill mereka kepada masyarakat,” jelas Rina.

Pemkot tidak menarik biaya sepeser pun bagi masyarakat yang datang ke Balai Budaya untuk menyaksikan Warna-warni Kreativitas.

Satu per satu penonton berdatangan. Di luar Balai Budaya, beberapa penampil tampak sibuk berlatih. Ada juga yang mengamati dengan detail riasan di wajah. Apakah ada yang rusak atau tidak.

Di tempat lain, Slamet, pelatih karawitan, terlihat sedang bersenda gurau dengan 40 anak didiknya. Slamet menjadi tutor karawitan di Rumah Kreatif. Seni musik tradisional khas Jawa itu mendarah daging di dalam tubuh Slamet sejak 20 tahun lalu.

Pria kelahiran Wonogiri pada 1965 itu mengenakan belangkon khas Jogjakarta dan pakaian kuning. Wajahnya dipoles bedak. Slamet mengungkapkan, mengajar karawitan kepada anak-anak bukan hal yang sulit. ”Sejatinya, karawitan ini bentuk seni yang mudah sekali. Pakai bahasa Jawa ayo, bahasa Inggris juga oke deh,” ucapnya dengan mengacungkan jempol kanannya.

Untuk menarik anak-anak, Slamet juga kerap memainkan lagu anak-anak. Mulai Gundul-Gundul Pacul, Jaranan, hingga Siji Loro Telu. Di pertengahan acara, ruang pertunjukan disemarakkan dengan lagu Perahu Layar. Kemudian, di akhir pertunjukan Warna-warni Kreativitas kedua, dia menutup acara dengan permainan gamelan yang dikolaborasikan dengan tarian butho dan temu manten MC berbahasa Jawa.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore