
AKTIVIS CILIK: Memanfaatkan lahan sebidang, Queen Anneysa Kabeer Lukito melakukan budi daya jahe merah di lingkungan tempat tinggalnya, Jalan Tanah Merah III, Kenjeran. (Septian Nur Hadi/Jawa Pos)
Queen Anneysa Kabeer Lukito memberikan harapan baru bagi sebagian masyarakat Jalan Tanah Merah III, Kenjeran. Tak disangka, Kampung Jahe Merah gagasannya itu memberikan dampak positif terhadap penduduk setempat. Mulai kesehatan hingga meningkatkan perekonomian keluarga.
SEPTIAN NUR HADI, Surabaya
BUDI DAYA jahe merah baru berjalan setahun. Meski demikian, puluhan ribu jahe merah telah ditanam. Semua itu berawal ketika gelombang kedua kasus Covid-19 melanda Surabaya. Pada masa itu, tidak sedikit warga yang terjangkit virus tersebut. Tak terkecuali di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Tanah Merah III.
Situasi yang terjadi membuat Queen –sapaan akrab Queen Annesya Kabeer Lukito– merasa resah. Perasaan takut, khawatir, dan bingung bercampur menjadi satu. Ketika itu, yang diinginkan Queen adalah bagaimana caranya agar masyarakat tetap sehat.
Akhirnya, Queen berinisiatif menanam jahe merah di pekarangan rumahnya. Budi daya jahe merah menggunakan metode urban farming. Para warga diminta untuk ikut terlibat dalam budi daya jahe merah. Namun, tidak sesuai yang diharapkan. Ajakannya bertepuk sebelah tangan. Banyak warga yang tidak berminat untuk mendukung terobosannya.
Penolakan itu dinilai hal yang wajar. Namun, Queen tak patah semangat. Sambil melakukan budi daya, sosialisasi terus dilakukan. Queen menjelaskan, jahe merah tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Tetapi, juga dapat diolah menjadi beberapa produk. Mulai minuman, puding, hingga aneka kue kering. ”Ketika panen pertama, aku membuktikannya. Selain minuman, jahe merah berhasil diolah menjadi aneka produk kuliner,’’ kata Putri Lingkungan Hidup 2021 itu di Jalan Tanah Merah III, Rabu (25/5) sore.
Ditemani sang ibu, produk olahannya dipamerkan. Ternyata, produk buatannya diminati oleh banyak warga. Order pun terus berdatangan. Melihat situasi yang terjadi, warga tertarik dan ikut berkontribusi dalam programnya. Sebab, selain untuk kesehatan, budi daya jahe merah dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Ratusan order masuk setiap bulan. Baik produk minuman maupun kue kering. Produk itu dinamai Prokes Jahara, kepanjangan dari produksi olahan sehat jahe merah. Prokes Jahara telah terdaftar dalam UMKM binaan Kecamatan Kenjeran.
”Selain dijual melalui online, kami sering ikut pameran. Jadi, produksi hampir setiap hari berjalan. Di mana produksi dilakukan di setiap rumah warga,’’ ujarnya.
Keuntungan ratusan ribu hingga jutaan rupiah berhasil didapatkan. Kondisi itu berdampak positif terhadap warga. Perlahan tapi pasti, perekonomian warga terus meningkat.
Ibu-ibu PKK menjadi lebih produktif. Saat ini sekitar 10 ribu jahe merah telah ditanam di kampung tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
