Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Maret 2021 | 20.48 WIB

Tim ITTS Menangi Best Innovation dalam Innovillage

PERMUDAH WARGA AKSES AIR BERSIH: Dari kiri, Aldo Juan, Nadia Dinda, dan Yosefan menunjukkan penghargaan Best Innovation dalam ajang Innovillage. (Aldo for Jawa Pos) - Image

PERMUDAH WARGA AKSES AIR BERSIH: Dari kiri, Aldo Juan, Nadia Dinda, dan Yosefan menunjukkan penghargaan Best Innovation dalam ajang Innovillage. (Aldo for Jawa Pos)

Tiga mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) blusukan hingga ke desa. Mereka membantu warga memecahkan persoalan terkait pasokan air. Dengan begitu, warga tak perlu urunan membeli air bersih, terutama saat kemarau panjang.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

MASIH adanya desa atau permukiman di pelosok yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih menggerakkan langkah Aldo Juan Widodo, Nadia Dinda Pratama Putri, dan Yosefan Alfeus Bayuaji. Tiga mahasiswa Teknik Elektro ITTS yang tengah menempuh studi semester IV itu lantas bahu-membahu menciptakan inovasi. Sebagai upaya yang bisa membantu memecahkan persoalan tersebut.

”Latar belakang yang kami usung adalah proporsi air yang tidak merata. Padahal, air merupakan kebutuhan pokok semua makhluk hidup, termasuk manusia. Guna menunjang kehidupan sehari-hari,” ujar Aldo yang didapuk sebagai ketua tim pada Jawa Pos, Selasa (16/3). Teknologi yang mereka buat dinamakan dengan Sistem Mizu Water. Yang dilengkapi sistem kontrol otomatis.

Aldo menuturkan, sistem tersebut bekerja dengan cara mengirimkan sinyal telemetri untuk memberikan perintah bahwa air yang di dalam profil tangki telah berkurang. Dan pompa akan otomatis menyala untuk mengisi air ke dalam profil tangki. Kemudian, air di dalam profil tangki siap didistribusikan kepada warga dengan kran dan pipa-pipa yang telah disambungkan.

”Sensor otomatis itu bisa diletakkan di sumur dan tandon. Dengan begitu, menyalakan pompa dan mengalirkan air semua serbaotomatis. Tidak perlu manual dengan colokan listrik. Kecepatan pengisian air dari sumur ke tandon kurang lebih 28 liter dalam waktu sekitar 20 menit,” paparnya. Aldo mengungkapkan, inovasi itu mereka buat dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Sistem Mizu Water tersebut mereka terapkan di Dusun Kalidahu, Kabupaten Blitar. Sebuah desa yang masih mengalami kesulitan dalam akses air bersih.

Berdasar riset yang mereka lakukan, sumber air di kawasan itu kering dan jauh dari permukiman. Warga kesulitan menjangkau dan memperoleh air bersih yang layak. Dengan begitu, mereka kerap urunan demi bisa membeli air bersih.

”Terutama saat musim kemarau setelah panen raya di sekitar Agustus setiap tahunnya, mereka selalu kesulitan mendapatkan air bersih,” imbuhnya. Aldo, Nadia, dan Yosefan pun mendatangi kawasan tersebut. Mereka berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Mereka bergotong royong dengan warga untuk membuat sumur dan tandon. Serta memasang pipa untuk mengalirkan air ke rumah-rumah warga, sekolah, hingga tempat ibadah.

Air yang didistribusikan pun sudah melalui proses filterisasi dari teknologi yang mereka buat. Dengan begitu, air bersih dan layak pakai. Dalam proyek pengadaan air bersih tersebut, mereka sempat terkendala hujan lebat sehingga pengeboran sumur yang awalnya ditarget sepekan terpaksa molor. Dan, baru rampung dalam dua pekan. ”Kami juga sempat kekurangan dana. Dan akhirnya kami galang dana lewat Kita Bisa. Alhamdulillah, dari situ kekurangan sebesar Rp 5 juta bisa tertutupi,” kenangnya.

Sejak Januari lalu, warga Dusun Kalidahu sudah memanfaatkan teknologi Mizu Water tersebut. Aldo mengungkapkan, warga bersyukur dan tak henti berterima kasih. Karena sudah dibantu untuk memeroleh air bersih dengan lebih mudah. ”Total, yang merasakan manfaatnya ada sekitar 500 keluarga. Project kami ini juga sangat sesuai untuk daerah yang kesulitan sinyal,” jelasnya.

Upaya dan kontribusi tiga mahasiswa itu pun baru saja diganjar sebagai Best Innovation. Dalam kompetisi nasional Innovillage. Meski begitu, Aldo dan kedua kawannya tak berpuas diri.

Baca Juga: Konsumsi Narkoba, Istri Polisi Tewas Overdosis di Tempat Hiburan Malam

Mereka sudah berencana mengembangkan proyek bertajuk Water Clean is for All of Us tersebut. Dengan menambahkan kontrol panel maupun membuat web atau aplikasi. Fungsinya, untuk mengetahui secara otomatis ketika terjadi error pada pompa sumur maupun error pada sensor otomatis di tandon.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/y_b5n8cxbYM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore