
PERMUDAH WARGA AKSES AIR BERSIH: Dari kiri, Aldo Juan, Nadia Dinda, dan Yosefan menunjukkan penghargaan Best Innovation dalam ajang Innovillage. (Aldo for Jawa Pos)
Tiga mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) blusukan hingga ke desa. Mereka membantu warga memecahkan persoalan terkait pasokan air. Dengan begitu, warga tak perlu urunan membeli air bersih, terutama saat kemarau panjang.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
MASIH adanya desa atau permukiman di pelosok yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih menggerakkan langkah Aldo Juan Widodo, Nadia Dinda Pratama Putri, dan Yosefan Alfeus Bayuaji. Tiga mahasiswa Teknik Elektro ITTS yang tengah menempuh studi semester IV itu lantas bahu-membahu menciptakan inovasi. Sebagai upaya yang bisa membantu memecahkan persoalan tersebut.
”Latar belakang yang kami usung adalah proporsi air yang tidak merata. Padahal, air merupakan kebutuhan pokok semua makhluk hidup, termasuk manusia. Guna menunjang kehidupan sehari-hari,” ujar Aldo yang didapuk sebagai ketua tim pada Jawa Pos, Selasa (16/3). Teknologi yang mereka buat dinamakan dengan Sistem Mizu Water. Yang dilengkapi sistem kontrol otomatis.
Aldo menuturkan, sistem tersebut bekerja dengan cara mengirimkan sinyal telemetri untuk memberikan perintah bahwa air yang di dalam profil tangki telah berkurang. Dan pompa akan otomatis menyala untuk mengisi air ke dalam profil tangki. Kemudian, air di dalam profil tangki siap didistribusikan kepada warga dengan kran dan pipa-pipa yang telah disambungkan.
”Sensor otomatis itu bisa diletakkan di sumur dan tandon. Dengan begitu, menyalakan pompa dan mengalirkan air semua serbaotomatis. Tidak perlu manual dengan colokan listrik. Kecepatan pengisian air dari sumur ke tandon kurang lebih 28 liter dalam waktu sekitar 20 menit,” paparnya. Aldo mengungkapkan, inovasi itu mereka buat dalam waktu sekitar tujuh bulan.
Sistem Mizu Water tersebut mereka terapkan di Dusun Kalidahu, Kabupaten Blitar. Sebuah desa yang masih mengalami kesulitan dalam akses air bersih.
Berdasar riset yang mereka lakukan, sumber air di kawasan itu kering dan jauh dari permukiman. Warga kesulitan menjangkau dan memperoleh air bersih yang layak. Dengan begitu, mereka kerap urunan demi bisa membeli air bersih.
”Terutama saat musim kemarau setelah panen raya di sekitar Agustus setiap tahunnya, mereka selalu kesulitan mendapatkan air bersih,” imbuhnya. Aldo, Nadia, dan Yosefan pun mendatangi kawasan tersebut. Mereka berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Mereka bergotong royong dengan warga untuk membuat sumur dan tandon. Serta memasang pipa untuk mengalirkan air ke rumah-rumah warga, sekolah, hingga tempat ibadah.
Air yang didistribusikan pun sudah melalui proses filterisasi dari teknologi yang mereka buat. Dengan begitu, air bersih dan layak pakai. Dalam proyek pengadaan air bersih tersebut, mereka sempat terkendala hujan lebat sehingga pengeboran sumur yang awalnya ditarget sepekan terpaksa molor. Dan, baru rampung dalam dua pekan. ”Kami juga sempat kekurangan dana. Dan akhirnya kami galang dana lewat Kita Bisa. Alhamdulillah, dari situ kekurangan sebesar Rp 5 juta bisa tertutupi,” kenangnya.
Sejak Januari lalu, warga Dusun Kalidahu sudah memanfaatkan teknologi Mizu Water tersebut. Aldo mengungkapkan, warga bersyukur dan tak henti berterima kasih. Karena sudah dibantu untuk memeroleh air bersih dengan lebih mudah. ”Total, yang merasakan manfaatnya ada sekitar 500 keluarga. Project kami ini juga sangat sesuai untuk daerah yang kesulitan sinyal,” jelasnya.
Upaya dan kontribusi tiga mahasiswa itu pun baru saja diganjar sebagai Best Innovation. Dalam kompetisi nasional Innovillage. Meski begitu, Aldo dan kedua kawannya tak berpuas diri.
Baca Juga: Konsumsi Narkoba, Istri Polisi Tewas Overdosis di Tempat Hiburan Malam
Mereka sudah berencana mengembangkan proyek bertajuk Water Clean is for All of Us tersebut. Dengan menambahkan kontrol panel maupun membuat web atau aplikasi. Fungsinya, untuk mengetahui secara otomatis ketika terjadi error pada pompa sumur maupun error pada sensor otomatis di tandon.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/y_b5n8cxbYM

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
