
TELATEN: Para dokter gigi sedang memeriksa Tutik Handayani di Poli Gigi dan Mulut RS Unair.
Tutik Handayani, pasien sumbing wajah alias facial cleft, telah menjalani rekonstruksi wajah pada 18 Agustus lalu. Masih ada beberapa tahap operasi agar wajah gadis 16 tahun itu tidak menakutkan lagi. Semua dilakukan demi mewujudkan cita-citanya menjadi tukang jahit andal.
FERLYNDA PUTRI
PADA Jumat (4/11) ruang tunggu Poli Gigi dan Mulut RS Unair tinggal lima orang. Di antara mereka, ada satu yang menarik perhatian. Duduk di kursi berbahan pelat besi, ada seseorang yang kepala hingga dadanya tertutup kain berwarna hitam.
Tidak ada celah sama sekali untuk mengintip bentuk mukanya. Ya, dia adalah Tutik Handayani, pasien sumbing wajah yang kini ditangani rumah sakit milik kampus Unair itu.
Kelainan wajah Tutik tersebut dialami sejak lahir, yakni pada 5 November 1999, di Lumajang. Sumbing wajah yang dialami tidak seperti kebanyakan kasus. Parah. Rahang atasnya tidak terbentuk sempurna.
Akibatnya, seluruh bagian atas giginya terlihat. Tidak ada bibir yang menutupi. Mata gadis berambut lurus itu pun tidak sempurna. Kelopak matanya terbuka. Namun, bola matanya tidak bisa terlihat karena ada semacam lapisan yang menutupi.
Kendati sudah menjalani operasi pada Agustus lalu, wajah Tutik masih belum sempurna benar. Meski demikian, kepercayaan dirinya tetap kuat seperti dulu. Dia juga tetap ceria.
Betapa tidak, kendati wajahnya tertutup, dia tetap membalas setiap sapaan dengan antusias dan bernada bahagia. ’’Halo,’’ kata Tutik bersemangat. Meski tidak bisa melihat, dia lantas mengulurkan tangan ke arah orang yang menyapanya.
Pascaoperasi, Tutik kini memang harus rajin kontrol. Paling tidak, dua minggu sekali gadis adal Uranggantung, Lumajang, tersebut mendatangi RS Unair. Jumat lalu itu saatnya Tutik memeriksakan gigi.
Dokter berencana merapikannya. Sebab, setelah operasi pertama, giginya masih terlihat tumbuh tidak beraturan. ’’Saya tadi berangkat pagi. Jam lima dari rumah,’’ tutur Tutik yang siang itu ditemani sang ibu, Fatmawati.
Mereka berangkat bersama sopir yang disiapkan RSUD Lumajang. Pemkab setempat memang sudah berkomitmen membantu Tutik secara maksimal. Termasuk menyediakan akomodasi selama dia menjalani perawatan di Surabaya.
Bantuan diberikan sampai wajah Tutik benar-benar sembuh. Bagaimana wajah Tutik kini? Tampaknya, untuk menutup wajah barunya itu, dia mengenakan dua kain.
Pertama, kain hitam tipis. Selanjutnya dilapisi kain berwarna hitam berupa kerudung bercadar. Saat kain pertama dilepas, hanya terlihat kelopak mata Tutik. Wajahnya memang sudah tidak separah dulu.
Kelopak mata kanan Tutik memang sudah menutup. Namun, kelopak mata kirinya belum sempurna. Masih terlihat belum bisa menutup. Sebelum operasi, dua kelopak mata Tutik tidak menutup. Sebab, kulitnya tertarik ke atas.
Karena terlalu lama terbuka, akhirnya tumbuh jaringan lunak yang membuat matanya semakin tidak berfungsi. Pada operasi pertama, dokter sempat merekonstruksi kelopaknya. Kelopak atas dan bawah dijahit. Bagian dalam diberi protesa agar mata memiliki rongga.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
