
KENDARAAN TAKTIS: Mobil tes urine milik Badan Narkotika Nasional. Mobil itu membuat pelaksanaan tes urine lebih taktis dan praktis. Orang yang diperiksa tak perlu dibawa ke kantor BNN.
Selama ini petugas BNN Surabaya kerap menemui kendala saat menggelar razia narkoba. Mereka kewalahan mencari toilet untuk melangsungkan tes urine. Kini, hal itu lebih mudah karena mereka punya mobil tes urine baru.
DIDA TENOLA
SUASANA lengang melingkupi Jalan Tunjungan, Sabtu dini hari (31/12). Karena itu, kendaraan yang melintas melaju kencang. Di tengah suasana tersebut, empat mobil berombongan menapaki aspal.
Kecepatannya sedang. Beriringan. Di baris kedua rombongan itu, ada mobil biru ngejreng. Ada lampu rotari yang berpendar-pendar. Menyisakan berkas-berkas bayangan di sepanjang bangunan yang dilaluinya.
Orang awam pun tidak mungkin salah tebak. Itu rombongan petugas penegak hukum. Betul. Rombongan tersebut berasal dari BNN Surabaya.
Lembaga antimadat itu memang sengaja mengitari metropolis. Mereka menyisir setiap tempat hiburan dan hotel yang di depannya banyak taksi parkir.
Dalam perjalanan ke selatan, mereka berhenti di sebuah hotel bintang tiga di kawasan Jalan A. Yani. Di depan hotel tersebut, ada lima taksi yang mangkal.
Begitu berhenti, petugas langsung mendatangi sopir taksi yang masih melek tersebut. Kesibukan terlihat di mobil biru. Tiga orang terlihat memutar sebuah katrol di bagian pintu tengah mobil, di sebelah kiri.
Perlahan-lahan ada meja dan tenda portabel yang keluar. ’’Seluruh BNN di Jawa Timur mendapat mobil ini. Ini kali pertama kami berdayakan,’’ terang Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti.
Mobil jenis Isuzu ELF yang sudah dimodifikasi itu memang baru berumur sepekan. Tenda portabel yang terselip di bagian atap mobil memudahkan aktivitas petugas untuk mendata orang yang dites urine.
Mereka tidak perlu repot lagi mencari meja yang bisa ditumpangi untuk menata perlengkapan tes. Setelah meja dan tenda tertata, satu per satu sopir taksi tersebut mengantre untuk masuk ke mobil.
Mereka buang air kecil di sana. Di bagian tengah mobil, memang ada kamar mandi. ’’Ini memudahkan kami kalau razia di tengah jalan,’’ imbuh Suparti.
Selama ini BNNK Surabaya memang mengandalkan toilet di lokasi yang dirazia. Bahkan, ketika mereka hendak menangkap target operasi, tes urine dilakukan di kantor.
Hal tersebut sungguh merepotkan karena tak jarang ketiadaan toilet itu dijadikan alasan mangkir pengguna narkoba. Pernah, petugas BNNK eyel-eyelan dengan orang yang diduga memakai narkoba.
Orang tersebut menolak dibawa ke kantor BNNK yang kala itu masih berada di Gayungsari Barat. Dia tidak mau membuang waktunya hanya untuk buang air kecil di sana.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
