Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Juni 2017 | 16.10 WIB

Inspirasi dari Kegigihan Siti Khotijah, Perempuan dengan Satu Ginjal

TANGGUH: Siti Khotijah hanya memiliki satu ginjal dan kini hidup normal. Tampak Siti sedang melihal beberapa hasil rontgen. - Image

TANGGUH: Siti Khotijah hanya memiliki satu ginjal dan kini hidup normal. Tampak Siti sedang melihal beberapa hasil rontgen.


Sejak kali pertama mendengar vonis dokter tentang sisa umurnya, Siti Khotijah menguatkan suami dan keluarga bahwa keajaiban itu ada. Rajin merawat kesehatan ginjal dengan senam, minum susu kambing etawa, dan berdisiplin soal makanan.





EKO HENDRI SAIFUL, Gresik





SITI Khotijah hanya tersenyum. Sedikit kikuk dan bingung menghadapi pertanyaan tentang rahasia kesehatannya. ”Semua ini karena Allah. Saya ini hanya perempuan biasa,” kata ibu tiga anak yang berusia 48 tahun tersebut.



”Perempuan biasa” itu memang begitu mensyukuri hidupnya yang telah mencapai 48 tahun sekarang. Dia bisa merawat usaha yang turut menopang kehidupan keluarga. Juga telah mengantarkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan tinggi dan memperoleh penghidupan yang layak.



Semua itu dia lakukan dengan hanya satu ginjal di tubuh. Semua itu dia jalani setelah dokter, berdasar rekam medis, memvonis umurnya hanya tersisa 10 hari. Pada 22 tahun yang lalu...





***



Sang suami, Heriyanto, serta kedua buah hatinya, Sri Novi Hariyanti dan Agung Setiawan, menyambut gembira kabar itu. Khotijah hamil lagi.



Hampir tiap hari mereka bergantian mengelus perut perempuan kelahiran Lamongan tersebut. Tak sabar menunggu kelahiran anggota keluarga baru.



Tapi, sejak awal Khotijah sudah merasa ada yang tidak enak dengan badannya. ”Saya kok ngerasa sakit banget di punggung bawah,” ungkap Khotijah ketika ditemui di kediamannya di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, pada Selasa (13/6).



Kegembiraan yang menyelimuti keluarganya membuat dia berusaha tak menggubris rasa sakit tersebut. Dianggapnya bawaan jabang bayi.



Tapi, kian hari rasa sakit itu kian tak tertahankan. Muncul kekhawatiran kelak mengganggu anak yang tengah dikandung.



Warga Desa Roomo itu akhirnya memberanikan diri untuk check up ke rumah sakit. Tapi, dokter mengganggap itu hanya keluhan biasa. Maklum, petugas medis belum bisa melakukan rontgendengan alasan kehamilan. Pemeriksaan organ dalam baru dilakukan setelah kelahiran.



Si anak ketiga yang diberi nama Muhammad Khusnul akhirnya lahir dengan selamat. Tapi, rasa penasaran Khotijah terhadap rasa sakit di punggung bagian bawah semakin kuat.



Juga, yang dia takutkan pun terjadi. Pada pertengahan 1994 itu, berdasar rekam medis, satu ginjal Khotijah diketahui rusak parah. Sudah tak berfungsi.



Yang jauh lebih menghantam bak palu godam, dokter memberi tahu Heriyanto bahwa hidup istrinya tak lama. Tinggal sepuluh hari lagi.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore