Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Maret 2017 | 00.20 WIB

Kamu Jual Ginjal Ya? Rabitah Kaget

MENANTI MENANTU: Sunasih di rumahnya yang sangat sederhana. Di rumah itulah, kini Sri Rabitah tinggal bersama mertuanya. Sedangkan suaminya merantau ke Malaysia. - Image

MENANTI MENANTU: Sunasih di rumahnya yang sangat sederhana. Di rumah itulah, kini Sri Rabitah tinggal bersama mertuanya. Sedangkan suaminya merantau ke Malaysia.


Kasus Sri Rabitah, tenaga kerja wanita (TKW) yang mengaku ginjalnya hilang saat bekerja di Qatar, berbuntut panjang. Pemerintah langsung mengklarifikasi: ginjal Sri masih utuh. Benarkah? Berikut penelusuran wartawan Jawa Pos KARDONO SETYORAKHMADI dari Lombok Utara, rumah Sri Rabitah. 



--- 



KONDISI Sri Rabitah masih lemah saat saya temui kemarin (4/3). Suaranya lirih. Dia hanya mampu menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan Itu pun jawabannya hanya singkat. "Ya, mulai membaik," kata perempuan 25 tahun tersebut. "Maaf, ya, saya masih belum bisa ngomong banyak. Saya masih lemas," imbuhnya. 



Dia pun kembali menutup matanya. Beristirahat total di ruang perawatan RS Biomedika Mataram, Nusa Tenggara Barat. 



Sejak menjalani operasi pelepasan DJ stent Kamis (2/3), kondisi kesehatan Sri memang belum pulih. Masih sangat lemah. Efek obat bius masih bekerja. "Dia masih banyak tidur. Hanya sesekali terjaga, tapi tidur lagi," kata M. Saleh, kuasa hukum Sri Rabitah



Selain mengambil DJ stent (slang) di perut yang diduga ada sejak Sri menjalani pembedahan di Qatar tiga tahun silam, operasi itu mengeluarkan batu-batu ginjal Sri. Saleh lalu menunjukkan batu-batu yang diambil dari ginjal Sri yang cukup banyak dan membuat merinding orang yang melihatnya.  



Berdasar pemeriksaan dan operasi pengambilan DJ stent serta batu ginjal itu, kontroversi terkait hilangnya salah satu ginjal Sri terjawab sudah. Ginjal kanan yang semula dikabarkan telah diambil diam-diam (dicuri) saat Sri dipaksa menjalani operasi di Qatar ternyata masih ada. Itu berarti dua ginjal Sri masih utuh! "Soal kondisi Sri terkini, biar dokter yang menjelaskan. Saya tidak ingin overlapping," ujarnya. 



Meski begitu, Saleh menyatakan bahwa dirinya tahu bila ginjal kanan Sri bermasalah, dan mengisyaratkan adanya organ removal dan kemudian diganti ginjal rusak. "Tapi, apakah benar begitu, saya menunggu keterangan dokter," terangnya. 



Lalu, bagaimana awal mula cerita Sri telah menjadi korban penjualan ginjal? Siapa pihak pertama yang melansir bahwa ginjal Sri telah hilang atau dicuri? Saya mencoba menelusurinya. 



---



Semua bermula ketika sejumlah wartawan di Lombok mendapat kabar dari Bakesbangpol Lombok Utara pada Jumat, 20 Februari. Rupanya, bakesbangpol meneruskan kabar dari sejumlah pihak, mulai korem setempat hingga warga di Desa Sesait, Lombok Utara, kampung halaman Sri Rabitah. Kabar itu menyebutkan bahwa Sunasih mengeluhkan menantunya, Sri Rabitah, yang telah kehilangan ginjalnya. 



"Jadi, Sri mengaku ada beberapa dokter di RSUP (NTB) yang bertanya kepada dia," kata Sunasih, ibu mertua Sri, dengan di­dampingi Kepala Dusun Lokok Ara Ahmad Yadi yang bertindak sebagai penerjemah. Maklum, Sunasih hanya bisa berbahasa Sasak. 



Menurut pengakuan Sri, kata Sunasih, ketika itu ada dokter yang bertanya,"Ibu jual ginjal, ya?" Pertanyaan tersebut membuat Sri kaget. Dia spontan menjawab, "Nggak pernah saya jual ginjal, Pak." 



Selain kaget, Sri langsung down. Sebab, tiga tahun terakhir ini dia sering sakit-sakitan. Terutama pada perutnya. Bahkan, beberapa kali dia sampai tak kuat dan terjatuh. 



Dia kemudian menceritakan kondisinya itu kepada mertuanya. Sunasih kemudian bercerita ke para tetangga tentang keluhan menantunya tersebut. Cerita tersebut lalu menyebar hingga ke Bakesbangpol Lombok Utara. Setelah itu, menjadi viral di media sosial. 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore