
MENANTI MENANTU: Sunasih di rumahnya yang sangat sederhana. Di rumah itulah, kini Sri Rabitah tinggal bersama mertuanya. Sedangkan suaminya merantau ke Malaysia.
Kasus Sri Rabitah, tenaga kerja wanita (TKW) yang mengaku ginjalnya hilang saat bekerja di Qatar, berbuntut panjang. Pemerintah langsung mengklarifikasi: ginjal Sri masih utuh. Benarkah? Berikut penelusuran wartawan Jawa Pos KARDONO SETYORAKHMADI dari Lombok Utara, rumah Sri Rabitah.
---
KONDISI Sri Rabitah masih lemah saat saya temui kemarin (4/3). Suaranya lirih. Dia hanya mampu menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan Itu pun jawabannya hanya singkat. "Ya, mulai membaik," kata perempuan 25 tahun tersebut. "Maaf, ya, saya masih belum bisa ngomong banyak. Saya masih lemas," imbuhnya.
Dia pun kembali menutup matanya. Beristirahat total di ruang perawatan RS Biomedika Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Sejak menjalani operasi pelepasan DJ stent Kamis (2/3), kondisi kesehatan Sri memang belum pulih. Masih sangat lemah. Efek obat bius masih bekerja. "Dia masih banyak tidur. Hanya sesekali terjaga, tapi tidur lagi," kata M. Saleh, kuasa hukum Sri Rabitah.
Selain mengambil DJ stent (slang) di perut yang diduga ada sejak Sri menjalani pembedahan di Qatar tiga tahun silam, operasi itu mengeluarkan batu-batu ginjal Sri. Saleh lalu menunjukkan batu-batu yang diambil dari ginjal Sri yang cukup banyak dan membuat merinding orang yang melihatnya.
Berdasar pemeriksaan dan operasi pengambilan DJ stent serta batu ginjal itu, kontroversi terkait hilangnya salah satu ginjal Sri terjawab sudah. Ginjal kanan yang semula dikabarkan telah diambil diam-diam (dicuri) saat Sri dipaksa menjalani operasi di Qatar ternyata masih ada. Itu berarti dua ginjal Sri masih utuh! "Soal kondisi Sri terkini, biar dokter yang menjelaskan. Saya tidak ingin overlapping," ujarnya.
Meski begitu, Saleh menyatakan bahwa dirinya tahu bila ginjal kanan Sri bermasalah, dan mengisyaratkan adanya organ removal dan kemudian diganti ginjal rusak. "Tapi, apakah benar begitu, saya menunggu keterangan dokter," terangnya.
Lalu, bagaimana awal mula cerita Sri telah menjadi korban penjualan ginjal? Siapa pihak pertama yang melansir bahwa ginjal Sri telah hilang atau dicuri? Saya mencoba menelusurinya.
---
Semua bermula ketika sejumlah wartawan di Lombok mendapat kabar dari Bakesbangpol Lombok Utara pada Jumat, 20 Februari. Rupanya, bakesbangpol meneruskan kabar dari sejumlah pihak, mulai korem setempat hingga warga di Desa Sesait, Lombok Utara, kampung halaman Sri Rabitah. Kabar itu menyebutkan bahwa Sunasih mengeluhkan menantunya, Sri Rabitah, yang telah kehilangan ginjalnya.
"Jadi, Sri mengaku ada beberapa dokter di RSUP (NTB) yang bertanya kepada dia," kata Sunasih, ibu mertua Sri, dengan didampingi Kepala Dusun Lokok Ara Ahmad Yadi yang bertindak sebagai penerjemah. Maklum, Sunasih hanya bisa berbahasa Sasak.
Menurut pengakuan Sri, kata Sunasih, ketika itu ada dokter yang bertanya,"Ibu jual ginjal, ya?" Pertanyaan tersebut membuat Sri kaget. Dia spontan menjawab, "Nggak pernah saya jual ginjal, Pak."
Selain kaget, Sri langsung down. Sebab, tiga tahun terakhir ini dia sering sakit-sakitan. Terutama pada perutnya. Bahkan, beberapa kali dia sampai tak kuat dan terjatuh.
Dia kemudian menceritakan kondisinya itu kepada mertuanya. Sunasih kemudian bercerita ke para tetangga tentang keluhan menantunya tersebut. Cerita tersebut lalu menyebar hingga ke Bakesbangpol Lombok Utara. Setelah itu, menjadi viral di media sosial.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
