
BERKESAN: Joshua Mugo Mward dan Tabitha Kenoi Mugo menerima ucapan selamat dari tamu undangan. Setiap tamu mendapat suvenir angklung.
Musisi Kenya Joshua Mugo Mward sempat membuat heboh saat KBRI Nairobi merilis pernikahannya yang mengenakan adat Jawa. Wartawan Jawa Pos Tomy C. Gutomo menemui dia di Nairobi tiga pekan lalu. Ternyata, dia jatuh cinta kepada Indonesia gara-gara angklung.
PERNIKAHAN pasangan musisi Kenya Joshua Mugo Mward dengan Tabitha Kenoi Mugo masih menjadi perbincangan di kalangan rekan dan kerabat keduanya. Padahal, resepsi pernikahannya berlangsung sembilan bulan silam. Tepatnya 6 November 2016.
’’Sampai sekarang, setiap bertemu teman, mereka masih membicarakan resepsi kami. Bagi mereka, itu sangat unik dan bagus,’’ kata Joshua ketika bertemu Jawa Pos di sebuah rumah makan di Nairobi awal Agustus lalu.
Saat itu Joshua memang sukses membuat kejutan bagi 700 tamu undangannya. Mereka terdiri atas saudara Joshua dan istri, rekan-rekan musisi, teman-teman kuliah Joshua, dan keluarga besar KBRI.
Saat menikah di gereja dan menjalani pemotretan di Hotel Serena, Nairobi, Joshua dan Tabitha mengenakan pakaian Barat. Joshua mengenakan jas dan Tabitha memakai gaun panjang ala pengantin Eropa. Teman-teman dekatnya ikut hadir dalam dua acara tersebut.
Setelah sesi foto selesai, teman-temannya langsung menuju ke sekolah St Nicholas, tempat resepsi. Jaraknya sekitar 5 km dari Hotel Serena.
’’Mereka semua terkejut saat saya turun dari mobil pakai pakaian adat Jawa. Semua mulut menganga,’’ kata Joshua, lantas tertawa. ’’Itu momen yang tidak bisa kami lupakan,’’ timpal Tabitha.
Tembang Kebo Giro mengiringi langkah Joshua dan Tabitha ke pelaminan. Kejutan pun berlanjut. Di tengah acara, Joshua kemudian tampil sebagai konduktor angklung. Pemain angklungnya adalah ibu-ibu KBRI Nairobi.
Joshua sukses memimpin konser angklung tersebut dengan menggunakan kode tangan seperti yang biasa dilakukan Mang Udjo, seniman angklung dari Bandung. Tiga lagu dilantunkan, yakni Malaika, Jambo Bwana, dan My Bonny.
Kejutan masih berlanjut. Di akhir acara, Joshua membagikan angklung kepada 700 tamu undangannya. Angklung itu secara khusus dia pesan dari Bandung. Sekretaris I KBRI W. Sunani Ali Asrori banyak membantu Joshua dalam mendatangkan angklung tersebut.
Soal bermain angklung, Joshua memang sudah sangat ahli. Dia mempelajari alat musik dari bambu itu saat kuliah di Baraton University (nama resminya University of Eastern Africa, Baraton).
Pria 34 tahun tersebut kuliah musik selama lima tahun sejak 2010 di kampus itu. Nah, salah seorang dosennya adalah orang Indonesia, Alywin Jonathan.
’’Pak Alywin yang mengajari saya main angklung,’’ ungkap ayah Sylvia Wanjira, 7, itu.
Joshua begitu kagum kepada Alywin. Apalagi, gurunya yang berasal dari Malang itu pernah diundang untuk memimpin paduan suara tampil di depan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di istana kepresidenan.
’’Sayang, saat saya menikah, dia tidak bisa datang karena sedang kuliah doktor di Thailand,’’ kata Joshua. Joshua tidak butuh waktu lama untuk menguasai angklung. Dalam waktu sebulan, dia sudah bisa memainkan angklung. Dan, kemudian dia terus mengembangkannya dan bisa menjadi konduktor grup angklung.
Joshua juga menjadi salah seorang murid kesayangan Alywin. Sebab, kemampuan Joshua dalam bermain musik cukup menonjol. Sejak sekolah di primary school, Joshua sudah menguasai banyak alat musik. Mulai piano, gitar, saksofon, dan biola.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
