Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 20.14 WIB

Menelusuri Jejak Ralf Rangnick Sebagai Pelatih Tertua di Euro 2024 yang Menukangi Austria

TERTUA: Ralf Rangnick (kanan) jadi pelatih tertua di Euro 2024 dan akan membuat kejutan bersama Das Nationalteam. (oefb_1904) - Image

TERTUA: Ralf Rangnick (kanan) jadi pelatih tertua di Euro 2024 dan akan membuat kejutan bersama Das Nationalteam. (oefb_1904)

JawaPos.com — Euro 2024 akan menjadi ajang pembuktian bagi para pelatih tim nasional, termasuk di antaranya Ralf Rangnick, yang kini menukangi tim nasional Austria.

Di usia 65 tahun, Rangnick adalah pelatih tertua di turnamen ini, dan dia menghadapi tantangan besar untuk membawa Austria meraih kejutan meskipun harus kehilangan beberapa pemain kunci.

Keputusannya untuk tetap bersama Austria setelah menolak tawaran Bayern Muenchen menunjukkan komitmennya untuk membuktikan bahwa dia membuat keputusan yang tepat.

Ralf Rangnick bukanlah nama baru di dunia sepak bola. Dia adalah salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sepak bola Jerman sejak pergantian abad, dengan kontribusinya yang signifikan dalam meredefinisi gaya bermain dan memengaruhi generasi pelatih termasuk Juergen Klopp, Thomas Tuchel, dan Julian Nagelsmann.

Namun, kariernya yang panjang dan penuh liku ini menjadi bukti betapa pentingnya pengalaman dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan di level tertinggi sepak bola.

Rangnick mengawali kariernya di dunia pelatihan dengan memegang berbagai posisi di klub-klub Jerman. Kariernya meroket setelah sukses memimpin klub seperti TSG Hoffenheim dan RB Leipzig, di mana dia dikenal sebagai "godfather of gegenpressing" — sebuah ideologi permainan agresif dari bertahan ke menyerang yang umum diasosiasikan dengan Klopp.

Rangnick juga dikenal sebagai arsitek sistem multi-klub Red Bull yang revolusioner, yang membawa Leipzig dan Salzburg menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Eropa.

Meskipun memiliki rekam jejak yang impresif, Rangnick menghadapi tantangan yang tidak mudah di Austria. Cedera yang menimpa beberapa pemain kunci, termasuk David Alaba, Sasa Kalajdzic, dan Xaver Schlager, memberikan pukulan berat bagi harapan Austria di Euro 2024.

Alaba, yang merupakan kapten dan pemain terbaik Austria, harus absen karena cedera ACL yang dideritanya saat bermain untuk Real Madrid. Meski demikian, Alaba berjanji akan tetap bersama tim sebagai "kapten non-pemain" untuk memberikan dukungan moral.

Kehilangan Alaba tentu sangat dirasakan, namun Austria masih memiliki harapan besar pada pemain seperti Marcel Sabitzer. Gelandang Borussia Dortmund ini tampil impresif hingga membawa timnya ke final Liga Champions dan masuk dalam tim terbaik turnamen. Sabitzer diharapkan dapat menjadi kunci sukses Austria di Euro 2024, terutama dalam pertandingan krusial melawan Prancis, Polandia, dan Belanda.

Perjalanan Rangnick sebagai pelatih Austria dimulai pada Juni 2022, dan dia berhasil membalikkan nasib tim setelah awal yang sulit dengan empat kekalahan dan hanya satu kemenangan dalam enam pertandingan pertamanya. Sejak itu, Austria hanya kalah satu kali dari 15 pertandingan terakhir, dengan 12 kemenangan yang membuat mereka lolos ke Euro 2024 sebagai runner-up grup, hanya satu poin di belakang Belgia.

Rangnick juga dikenal dengan pendekatan hands-on dalam semua aspek operasi klub, mulai dari mengatur sistem akademi hingga memilih menu makanan di kantin. Namun, sebagai pelatih tim nasional, dia menghadapi tantangan yang berbeda karena waktu yang terbatas dengan para pemain. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Rangnick, yang gaya permainannya sangat bergantung pada pemahaman mendalam tentang ideologi pressing yang kompleks.

Di luar Jerman, Rangnick mungkin lebih dikenal karena masa jabatannya yang singkat sebagai pelatih interim di Manchester United pada musim 2021/2022. Meskipun gagal meraih kesuksesan di Old Trafford, pandangan kritisnya terhadap situasi klub yang memerlukan "operasi jantung terbuka" masih diingat oleh banyak orang.

Namun, penolakan Rangnick terhadap tawaran Bayern Muenchen untuk tetap melatih Austria menunjukkan keyakinannya terhadap potensi tim ini di Euro 2024.

Laga pembuka Austria melawan Prancis pada 17 Juni 2024 akan menjadi ujian berat pertama bagi Rangnick dan timnya. Dengan Prancis yang diunggulkan untuk memuncaki grup, pertandingan melawan Polandia dan Belanda akan menjadi krusial bagi Austria untuk dapat lolos ke babak 16 besar, menyamai pencapaian terbaik mereka pada 2021.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore