
Photo
JawaPos.com – Kegiatan tahunan Animasi Cikini (Animakini) kembali digelar dengan mengangkat sejumlah tema. Di antaranya adalah perkembangan penayangan animasi karya anak bangsa serta dampak akibat pandemi Covid-19.
Seperti diketahui Animakini merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ketua Animakini 2020 Ehwan Kurniawan menyampaikan paparan soal perkembangan penayangan animasi karya anak negeri. ’’Saya menyajikan riset atau pemantauan dari 2014 sampai 2019,’’ katanya.
Media penayangan animasi yang dia pantau mulai di antaranya adalah bioskop, televisi, sampai kanal YouTube. Dia memaparkan bahwa ada tren kenaikan tayangan kartun di YouTube. Sebaliknya ada penurunan di bioskop.
Dalam paparannya pada 2014 ada film animasi yang tayang di bioskop. Kemudian pada 2017 jumlahnya naik menjadi dua film animasi lokal tayang di layar lebar tanah air. Lalu pada periode 2018 dan 2019 film animasi tanah air absen dari layar lebar.
’’Tahun ini sedianya ada enam film animasi yang tayang di bioskop,’’ jelasnya.
Akan tetapi, baru dua animasi saja yang tayang yaitu film Titus dari MNC Studio dan Riki Rhino dari Batavia Pictures. Sisanya empat film animasi lainnya tidak jadi tayang di bioskop sampai saat ini. Alasannya adalah bioskop-bioskop di Indonesia sudah lebih dahulu ditutup akibat pandemi Covid-19.
Keempat film animasi karya anak bangsa yang sedianya tayang di bioskop tahun ini adalah Adit Sopo Jarwo The Movie (MD Picture), Si Juki 2 (Falcon Picture), Riki Rhino 2 (Batavia Picture), dan Nussa (Visinema Picture).
Pada saat tren penayangan animasi di bioskop turun dan terdampak pandemi Covid-19, Ehwan mengatakan ada pertumbuhan tayangan animasi lokal di kanal YouTube.
Pada 2014 lalu ada 10 animasi lokal tayang di YouTube. Kemudian pada 2017 naik menjadi 20 animasi. Lalu di periode 2018 ada 25 animasi tayang di bioskop. Sedangkan di periode 2019 ada 27 animasi yang diunggah di YouTube.
’’Menunjukkan animator atau studio animasi sekarang sudah tahu potensi pendapatan (menayangkan, Red) animasinya di YouTube,’’ tuturnya.
Menurut dia channel YouTube animasi lokal dengan jumlah subscriber lebih dari satu juta akun, memiliki potensi penghasilan yang besar. Apalagi jika kreator atau animator konsisten mengunggah karyanya.
Sementara itu, Rektor IKJ Indah Tjahjawulan mengatakan ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Animakini tahun ini. Di antaranya adalah harus dilaksanakan secara daring. Karena untuk mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
’’Namun meski semuanya harus berjarak, animasi Indonesia harus tetap bergerak,’’ kata Indah yang baru beberapa hari lalu dilantik sebagai Rektor IKJ.
Pada tahun keempat penyelenggaraannya, dia berharap Animakini bisa menjaga konsistensinya. Sehingga bisa menjadi tempat untuk mendukung pertumbuhan animasi di Indonesia.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=XRgCLzD92OM&ab_channel=jawapostvofficial

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
