alexametrics

Nobar Film Perempuan Tanah Jahanam di Bioskop Senen Batal

8 November 2019, 11:31:47 WIB

JawaPos.com – Nonton bareng (nobar) film Perempuan Tanah Jahanam yang dijadwalkan di Bioskop Senen pada hari ini, Jumat (8/11) batal. Urungnya nobar di bioskop legendaris di kawasan Senen, Jakarta, itu terkendala perizinan.

Joko Anwar sang sutradara film Perempuan Tanah Jahanam mengaku sudah mengurus perizinan untuk pemutaran film tersebut. Bahkann sempat deal. Ternyata, ada pihak yang mengaku sebagai pemilik bioskop. Pihak tersebut melarang acara nonton bareng Perempuan Tanah Jahanam. Sejumlah barang yang sudah berada di dalam bioskop terpaksa harus dikeluarkan karena tempatnya disegel.

“Kami sudah mengurusi perizinannya. Grand Senen sudah oke. Tiba-tiba gedungnya disegel dan barang-barang dikeluarkan,” kata Joko Anwar saat ditemui di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (7/11) malam.

Atas persoalan itu, Joko Anwar mengaku masih akan mempelajari perjanjian yang sudah dibuat timnya dengan pihak bioskop. Pasalnya, dia tidak mau mengecewakan orang-orang yang datang dari luar kota untuk sekadar nonton bareng. Kini faktanya agenda itu malah dibatalkan secara sepihak tanpa penjelasan memadai.

“Saya masih mau cek perjanjiannya seprti apa. Karena tim kami sudah datang, survei, sudah oke. Ada bukti percakapan, rekaman, dan segala macam,” tuturnya.

Joko Anwar mengatakan, nobar yang dibuatnya tidak sekadar bertujuan untuk promosi dan sosialisasi film Perempuan Tanah Jahanam. Tapi juga memiliki tujuan mendorong revitalisasi gedung-gedung bioskop tua di seluruh Indonesia. Dia menyayangkan jika bioskop-bioskop tua dibiarkan begitu saja, padahal berada di lokasi strategis.

“Gedung-gedung bioskop yang terbengkalai saat ini gampang diakses karena letaknya di sisi jalan. Tidak masuk ke gedung lain. Tidak masuk ke mal. Jika ini bisa diakses dengan gampang, bisa berfungsi kembali, tentunya minat penonton untuk ke bioskop juga akan lebih gampang tersalurkan karena gampang diakses,” ungkap Joko Anwar.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads