
Sony Pictures
JawaPos.com - Penonton akan menyaksikan pertarungan Venom dengan Carnage lebih awal. Sony mengumumkan bahwa perilisan film Venom: Let There Be Carnage dimajukan dua pekan. Yang awalnya 15 Oktober menjadi 1 Oktober. Perubahan itu tak terlepas dari kesuksesan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings yang meraup USD 90 juta (Rp 1,3 triliun) dari tiga hari akhir pekan dalam rangka Hari Buruh di AS.
Sony, tampaknya, memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap sekuel Venom tersebut. Pasalnya, film pertamanya yang dirilis pada 2018 memecahkan rekor sebagai pembukaan film terbesar pada Oktober sepanjang sejarah. Meskipun, rekor itu dipatahkan Joker setahun kemudian. Venom mencatat angka perolehan box office seluruh dunia sebesar USD 856 juta (Rp 12,2 triliun). Melihat Shang-Chi mampu mendapat raihan besar, mereka pun optimistis dengan perjalanan Venom.
Let There Be Carnage akan menampilkan kembali Tom Hardy sebagai jurnalis investigasi Eddie Brock. Setahun setelah kejadian di Venom (2018), Eddie berusaha beradaptasi sebagai inang dari alien symbiote Venom yang memberikannya kekuatan manusia super. Eddie mencoba menghidupkan kembali kariernya dengan mewawancarai pembunuh berantai Cletus Kasady (Woody Harrelson) yang menjadi inang dari symbiote Carnage dan melarikan diri dari penjara setelah eksekusi yang gagal.
’’Mereka (Eddie dan Venom, Red) mencari cara untuk bersama satu sama lain. Dan itu seperti hidup dengan balita maniak ini. Eddie benar-benar berjuang. Dia tidak bisa berkonsentrasi. Dia mencoba melanjutkan pekerjaan. Dan dia tentu saja hanya memikirkan dirinya sendiri secara keseluruhan,’’ kata sutradara Andy Serkis sebagaimana dilansir IGN.
Villain dalam film tersebut bukan hanya Carnage, melainkan juga Shriek yang diperankan Naomie Harris. Serkis menyatakan bahwa karakter itu memiliki penderitaan yang besar di masa kecilnya. Shriek juga dikatakannya telah hidup dalam isolasi selama bertahun-tahun.
’’Dia juga berbahaya dan aku pikir memiliki rasa keadilan. Aku pikir ketika garis itu dilanggar, Anda akan melihat sisi gelapnya yang sangat berbahaya. Itulah yang ingin kami lakukan dengan karakternya,’’ kata Serkis.
Serkis menggunakan teknologi CG untuk menampilkan sosok symbiote Venom, sama dengan pada film pertama. Dia tidak menggunakan motion capture meski telah menjadi salah satu pionir teknologi tersebut. Menurut dia, dengan CG, dia bisa lebih membebaskan Hardy dalam membayangkan kehadiran Venom di tubuh Eddie.
’’Kami ingin memberi Tom kebebasan dalam prosesnya untuk memberikan kinerja yang diinginkannya,’’ tuturnya sebagaimana dilansir Screen Rant.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
