
Film Seventeen./Abdul Rahman/JPC
JawaPos.com - Film Seventeen dibuka dengan kejadian mencekam tragedi tsunami Tanjung Lesung yang terjadi pada 22 Desember 2018. Saat band Seventeen tengah asik manggung menghibur para penonton pada malam itu di pinggir pantai, tiba-tiba air yang begitu dahsyat datang menerjang panggung membuat keadaan berubah seketika jadi gelap gulita.
Diantara para personel Seventeen, hanya Ifan yang berhasil selamat setelah sempat hanyut ke tengah laut. Ifan menganggap dia bisa hidup hingga sekarang sebagai sebuah keajaiban dimana hidupnya harus lebih disyukurinya.
"Aku nggak tahu kenapa Allah membiarkan aku hidup, mimpi kita berakhir di 22 Desember 2018 kemarin," kata Ifan Seventeen beberapa waktu lalu.
Film Kemarin bukan hanya menceritakan tragedi tsunami Tanjung Kesung. Tapi juga mengungkap secara detail perjalanan band Seventeen dari awal karir, perjuangan untuk sukses, berada di puncak kesuksesan, munculnya ketegangan antar personel, hingga musibah datang menghapus semua mimpi dan harapan Seventeen.
Film Kemarin juga mengungkap secara detail awal brgabungnya Ifan ke dalam band Seventeen pada 2006 silam melalui sebuah proses audisi di Jogjakarta. Diungkapkan secara detail bagaimana ia bergabung hingga bisa membawa band asal Jogjakarta itu ke puncak kejayaan dengan jadwal manggung begitu padat.
Film Kemarin juga mengungkapkan secara gamblang bagaimana strategi Seventeen untuk bisa mengangkat latar belakang lagu Selalu Mengalah dan strateginya supaya bisa didengarkan oleh masyarakat luas dengan diputar di radio-radio. Ifan dalam film dokumenter ini buka-bukaan triknya secara gamblang.
Film Kemarin menarik karena ini bukan hanya menceritakan perjalanan karir Seventeen secara jelas dan lugas melalui kesaksian Ifan, mantan personel dan pihak-pihal terkait. Lebih dari itu, film garapan Mahakarya Pictures ini juga membeberkan kehidupan para personelnya secara apa adanya sebagai manusia biasa. Di luar kehidupan dunia keartisan yang identik dengan kehidupan glamour.
Film Kemarin juga mengungkapkan awal mula munculnya lagu Kemarin yang sempat disebut-sebut sebagai sebuah isyarat akan kematian. Lagu itu sejatinya sudah ada sejak 2015 dan sempat ditolak oleh Ifan karena dianggap sebagai sebuah lagu tentang kematian.
Film berdurasi 1 jam 55 menit memberikan pesan mendalam tentang persahabatan, keluarga dan cinta. Film Kemarin mengajarkan kita untuk lebih mempergunakan waktu dan kesempatan yang ada dengan orang-orang tercinta. Karena bisa jadi esok atau lusa kita tak akan bisa berkumpul lagi dengan mereka.
"Film ini pesannya untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin dengan orang-orang tercinta. Karena bisa jadi kita akan merasakan penyesalan," kata Ifan Seventeen.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1tWWgt3LkOI

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
