
Photo
JawaPos.com- Lucky Hakim menjadi korban penipuan yang melibatkan oknum dari Kementerian Perdagangan. Kerugian yang dialaminya bernilai fantastis mencapai Rp 8,8 miliar.
Kasus ini bermula dari tender pembelian tiket perjalanan dinas yang diikuti Lucky Hakim. Dia cukup diyakinkan oleh aksi oknum, karena menggunakan gedung kementerian untuk menjalankan aksi penipuannya.
"Kalau misalkan kita ditipu di warung kopi atau pinggir jalan, itu salah sendiri. Ibaratnya kamu sudah tahu di pinggir jalan ada orang yang ngaku-ngaku sebagai PNS. Tapi ini kan benar-benar di gedungnya, surat-suratnya lengkap dan banyak sekali surat yang keluar lengkap dari laci di situ," kata Lucky Hakim di Polres Metro Jakarta Selatan Rabu (14/10).
Selain Lucky Hakim, dia mengaku juga ada orang lain yang menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh dua orang bernama Dini dan Muhammad Yusuf. Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah uang yang masuk ke tangan mereka sudah mencapai puluhan miliar. Masing-masing orang yang menjadi korban nominalnya beragam. Ada yang Rpp 200 juta, Rp miliar dan yang lainnya.
Baca juga: Duet dengan Putri Da’i Bachtiar, Lucky Hakim Maju di Pilkada Indramayu
Lucky Hakim mengatakan, Yusuf bekerja di Kementerian Perdagangan dengan jabatan sebagai auditor ahli muda. Namun dia mengaku sebagai kepala bagian. Ketika meeting digelar, dia sangat dihormati layaknya pemilik jabatan strategis.
"Tapi dia mengaku menjadi kepala bagian dan memang duduk di ruangan situ. Ini kan aneh, seorang yang memang bukan jabatannya bisa duduk dan diakui oleh banyak orang di situ, dibikin seolah-olah bahwa dia adalah kepala bagian di situ. Ini sangat mengerikan sekali," paparnya.
Kedua oknum pelaku kini sudah mendekam di dalam tahanan dan berstatus sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus yang sama. Namun kasus yang menjerat keduanya bukan laporan dari Lucky Hakim, melainkan dari korban lain."Sidangnya besok di PN Jakarta Selatan," katanya.
Dalam waktu dekat Lucky Hakim akan mendatangi Kementerian Perdagangan untuk mencari tahu kenapa gedung kementerian bisa digunakan oknum pelaku untuk melakukan aksi penipuan.
"Insya Allah dalam waktu dekat akan bersilaturahmi ke Kementerian Perdagangan, pengin tanya sama humasnya, bagaimana mungkin kok bisa ada kantornya, ruangannya, kemudian dipakai untuk modus operandi penipuan," paparnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7dUpcCfVNQU&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
