Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2020 | 22.58 WIB

Cara Musisi Mustafa Debu Menanamkan Budaya Literasi di Keluarganya

Mustafa Debu dalam pelucuran program Semua Membacanya dan gema Salawat di Jakarta secara virtual Sabtu malam (5/9).  (Hilmi Setiawan/Jawa pos) - Image

Mustafa Debu dalam pelucuran program Semua Membacanya dan gema Salawat di Jakarta secara virtual Sabtu malam (5/9). (Hilmi Setiawan/Jawa pos)

JawaPos.com - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanamkan budaya literasi pada anak sejak dini. Seperti dungkapkan musisi Mustafa Debu saat peluncuran program Semua Membacanya dan Gema Salawat secara virtual Sabtu malam (5/9).

Mustafa menceritakan, agar keluarga mengenal dan memahami literasi, ia hanya perlu memberikan contoh langsung. Misalnya, saat ini sedang kembali mempelajari cara menulis bahasa Arab dengan indah atau kaligrafi. Kegiatan menulis kaligrafi itu dia lakukan di rumah sehingga dapat dengan mudah disaksikan keluarganya.

"Ini karya-karya saya," katanya sambil menunjukkan langsung tulisan kaligrafinya.

Baginya, memberikan contoh langsung dianggap sangat penting ketimbang meminta atau menyuruh anaknya melakukan sesuatu. Sebab, anak-anak akan melakukan sesuatu jika mereka melihat contoh dari orang tuanya.

Contoh lainnya adalah dia sering membaca buku di rumah bersama keluarga. Bahkan Mustafa mengikuti lomba. Sehingga dia bisa menunjukkan langsung kepada keluarganya, bahwa dia sendiri juga membaca. Seperti lomba Semua Membacanya.

Sedeikit informasi, lomba Semua Membacanya mengharuskan peserta membaca cerita Nabi Muhammad dari buku Cahaya Abadi Muhammad karya Muhammad Fethullah Gulen dan Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiruyyahman Al Mubarakfuri. Nantinya setiap peserta akan mengikuti kuis secara online dengan soal yang sudah disiapkan panitia

Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan penasehat Majalah Mata Air Prof Ilza Mayuni lomba membaca seperti itu bisa mengukir sejarah baru. Yaitu sejarah meningkatkan budaya literasi. ’’Juga mendukung Gerakan literasi nasional yang lima tahun terakhir digalakkan oleh pemerintah,’’ katanya.

Ilza mengatakan para peserta tidak hanya membaca cerita Nabi Muhammad. Tetapi juga mendalami sejarahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Menurut dia penting bagi umat Islam untuk mempelajari tentang kepemimpinan dan akhlak mulia Nabi Muhammad untuk diterapkan di kehidupan masa kini.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=rMo1DLaZnWY

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore