Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Abdul Rahman
Selasa, 3 November 2026 | 23.18 WIB

Sejumlah Pernyataan Menyakitkan Herri Pras yang Dialamatkan kepada Ulama

Konten kreator, Herri Pras bersama dua kuasa hukumnya melaporkan penggerudukan yang terjadi ke rumahnya ke Polres Bogor (Instagram Herri Pras) - Image

Konten kreator, Herri Pras bersama dua kuasa hukumnya melaporkan penggerudukan yang terjadi ke rumahnya ke Polres Bogor (Instagram Herri Pras)

JawaPos.com - Konten kreator sekaligus praktisi bela diri Herri Pras menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataannya terhadap tokoh agama menuai kecaman dari publik. Ungkapan keras Herri Pras yang ditujukan kepada Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Adi Hidayat (UAH), dan sejumlah ulama lain cukup menyakitkan bagi jamaah mereka dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Polemik tersebut tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pandangan keagamaan, tetapi juga menyangkut batas antara kritik, kebebasan berpendapat, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Beberapa potongan video yang beredar memperlihatkan Herri menggunakan istilah yang dinilai merendahkan kehormatan ulama atau pendakwah. Salah satu ungkapan yang menjadi perhatian adalah penyebutan UAS dan UAH sebagai "setan bisu".

Pernyataan tersebut kemudian memancing reaksi dari masyarakat, terutama mereka yang mengikuti dakwah kedua ulama tersebut.

Sebut Ulama Penipu, Pendusta hingga Munafik

Selain ungkapan "setan bisu", Herri Pras juga pernah menggunakan sejumlah istilah keras lainnya ketika membahas tokoh agama dalam konten yang diunggahnya.

Dalam sebuah video klarifikasi di kanal YouTube pribadinya, Herri Pras secara terbuka menyebut bahwa dirinya pernah melabeli sejumlah ulama dengan sebutan penipu, pendusta, dan munafik.

Ia juga menuding para tokoh agama tersebut menyesatkan umat serta menimbulkan kegaduhan melalui fatwa yang disampaikan kepada masyarakat.

"Dan teman-teman semua bisa tonton video saya, saya sebut mereka penipu atau pendusta. Saya sebut mereka juga munafik, sebut mereka menyesatkan umat, dan saya sebut juga mereka membuat kegaduhan di dalam berfatwa," ujar Herri.

Herri tidak menganggap pernyataannya muncul tanpa alasan. Ia berdalih kritik tersebut merupakan respons terhadap pernyataan dan ceramah sejumlah tokoh agama yang menurut penilaiannya bermasalah.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore