Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 19.07 WIB

Ramai-Ramai Artis Menarik Diri dari Spotify, Ada Apa ?

Stu Mackenzie dari King Gizzard & The Lizard Wizard saat beraksi di atas panggung. (euronews.com) - Image

Stu Mackenzie dari King Gizzard & The Lizard Wizard saat beraksi di atas panggung. (euronews.com)

JawaPos.com-Sejumlah musisi ramai-ramai menarik karya mereka dari platform musik streaming Spotify. Mereka memutuskan take down karya mereka dari platform ini kecuali rilisan yang masih ada ikatan kontrak dan masih berlaku.

Di antara sejumlah musisi yang memutuskan menarik karya musik mereka adalah King Gizzard & the Lizard Wizard, Deerhoof, dan Xiu Xiu. Mereka menarik karya dari Spotify buntut kekecewaan mereka pada CEO Spotify Daniel Ek, yang berinvestasi di perusahaan teknologi militer bertenaga AI.

Dilansir JawaPos.com dari Euro News, King Gizzard & the Lizard Wizard memutuskan hubungan dengan Spotify sebagai bentuk protes atas sikap Daniel Ek yang semakin menjalin hubungan mesra dengan industri persenjataan. Terbukti, dia melakukan investasi dalam perusahaan teknologi militer berbasis AI yang kontroversial.

King Gizzard & the Lizard Wizard, yang dikenal dengan lagu-lagu hits seperti Work This Time dan Robot Stop, resmi menghapus hampir semua karya musik mereka dari Spotify. Hanya menyisakan beberapa rilisan karena terikat perjanjian lisensi yang masih berlaku. Mereka mengumumkan keputusan tersebut melalui akun Instagram.

Daniel Ek ikut mendirikan perusahaan investasi Prima Materia. Perusahaan tersebut berinvestasi besar di Helsing, perusahaan Jerman yang mengembangkan AI untuk digunakan dalam peperangan, termasuk teknologi drone.

Financial Times baru-baru ini melaporkan bahwa Prima Materia memimpin putaran pendanaan €600 juta atau sekitar Rp 11.279.966.625.000 untuk Helsing. Sebelumnya telah mendukung perusahaan tersebut sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Investasi yang dilakukan Daniel Ek ke industri persenjataan menuai protes keras dari kalangan musisi. Mereka tidak rela jika penghasilan dari karya mereka yang agung menyuarakan perdamaian dan nilai kemanusiaan justru dimanfaatkan untuk menghabisi nyawa manusia.

Musisi lain yang mengambil tindakan serupa adalah Deerhoof. Grup musik asal Amerika itu menegaskan tidak ingin karya mereka justru membunuh orang. Saking emosinya, Deerhoof menyebut Spotify sebagai penipuan penambangan data.

Grup rock eksperimental Xiu Xiu juga mengkritik keras Spotify buntut langkah Daniel Ek yang dinilai sangat tidak tepat dan keterlaluan. Mereka menyebut, Spotify sebagai portal kiamat lubang sampah serta mendesak para penggemar untuk berhenti berlangganan di Spotify.

Selain itu, musisi Islandia Björk juga mengungkapkan kekecewaannya dengan sangat gamblang. “Spotify mungkin adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada musisi," ungkap dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore