
Syahrini muncul di Festival Film Cannes 2025. (Instagram houseofsyahrini)
JawaPos.com-- Syahrini menjadi sorotan publik setelah mendapat penghargaan di Cannes beberapa waktu lalu. Kini, pelantun Sesuatu kembali disorot para pengguna media sosial karena UNESCO telah memberikan bantahan terkait penghargaan kepada si Princess.
Netizen menduga, Syahrini sengaja mengklaim dirinya menerima penghargaan dari UNESCO padahal faktanya tidak demikian gara-gara kepanasan melihat kebahagiaan Luna Maya dan Maxime Bouttier yang baru menikah di Pulau Dewata.
"Kayaknya Incess butuh validasi gaes karena sekarang Luna-Maxime lagi viral habis hajatan. Semua mata gak boleh tertuju sama Luna-Maxime, harus tertuju sama Incess," komentar salah satu netizen pada kolom komentar unggahan akun Instagram Rumpi Gosip.
"Whats? Demi apa sih mbak? Gak rela banget lho kalau se Indonesia Iagi bahagia dan merestui LM," timpal yang lainnya.
"Wkwkkwkwkwkwk. Halu banget Incess, itu suaminya malu gak sih?."
Klaim Syahrini menerima penghargaan dari UNESCO, bagi salah satu warganet, sama saja dengan ibu satu anak tersebut sedang mecari masalah. Karena cepat atau lambat kebenaran sesungguhnya pasti bakal terungkap. Apalagi di era media sosial seperti sekarang ini.
"Ya Allah si mbak sih cari penyakit sendiri. Hidup butuh validasi mulu penuh dengan topeng. Huft, gak capek apa mbak ?? Aku aja yang lihatnya capek," komentar salah satu warganet.
"Intinya pede aja dulu, urusan benelar atau bohongan, gampang cari alasannya."
UNESCO sendiri membantah telah memberikan penghargaan kepada Syahrini. Melalui keterangan dari UNESCO Regional Office Jakarta, dinyatakan bahwa lembaga PBB tersebut tidak memberikan penghargaan untuk Syahrini.
"UNESCO tidak terlibat dalam pemberian penghargaan pada acara di Cannes yang dimaksud," ungkap UNESCO dalam keterangannya.
"Meskipun acara tersebut mungkin melibatkan UNESCO Artist for Peace dalam kapasitas pribadi atau simbolis, acara tersebut bukan merupakan upacara atau bentuk pengakuan resmi dari UNESCO," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Syahrini memang menerima penghargaan. Namun penghargaan yang diterima Syahrini melalui Listen to her Parole diberikan diberikan oleh United Society Council (USC), bukan diberikan oleh UNESCO.
"Mungkin akan lebih tepat jika disebut sebagai penghargaan dari United Society Council melalui acara Listen to her Parole, yang didukung oleh Guila Clara Kessous, salah satu UNESCO Artist for Peace," tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
