Ajil Ditto membintangi sebuah film bergenre drama komedi Anak Medan: Cocok Ko Rasa. (Istimewa)
JawaPos.com–Ajil Ditto kembali membintangi film bergenre drama komedi. Kali ini, aktor berusia 23 tahun tersebut didapuk menjadi tokoh utama dalam film Anak Medan: Cocok Ko Rasa karya sutradara Ivan Bandthio.
Di film tersebut, Ajil beradu akting dengan Mael Lee, Mario Maulana Hazar, dan Amara Shopie. Keempatnya diceritakan menjalani hubungan persahabatan di masa sekolah.
Ajil menceritakan bahwa dirinya tidak mengalami kesulitan yang berarti selama proses produksi berlangsung. Terutama membangun chemistry sebagai sahabat dengan ketiga rekannya itu. Kedekatan mereka terbangun secara natural alias tanpa dibuat-buat.
“Nggak ada formula khusus. Kami berempat memang aneh aja orangnya, jadi masuk (menyatu) dari sana,” ujar Ajil lalu tertawa saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan.
Selain itu, sebagian dari mereka juga memiliki darah keturunan yang sama. Dan, memiliki tujuan yang sama membintangi film ini.
“Kebanyakan cast di sini ada darah Medan atau Batak. Gue sendiri ada darah Medan dan kami merasa bangga dengan itu. Jadi, reaksi kami sama-sama saja, ya,” tutur Ajil.
Karena itu, dia tidak bisa menutupi kebahagiaannya bisa menjalani syuting sekaligus merasakan pulang kampung selama beberapa minggu di Medan.
“Saya lahir dan besar di Medan. Bisa balik lagi ke sini dan kerja di tempat yang saya kenal itu menyenangkan banget,” jelas Ajil.
Sang sutradara Ivan Bandthiomenyatakan, pilihan untuk melakukan syuting di Medan bukan tanpa alasan. Dia ingin proses produksi filmnya tidak hanya menjadi tambahan portofolio bagi para kru dan pemain yang terlibat. Namun, juga memberikan pengalaman emosional bagi mereka.
“Kami ingin menghadirkan kota ini dengan jujur. Para pemain juga nggak cuma akting, tapi membawa pengalaman pribadi mereka ke dalam karakter. Itu yang bikin film ini terasa kuat dan emosional,” tegas Ivan.
Sementara itu, Produser Agustinus Sitorus menjelaskan, film Anak Medan: Cocok Ko Rasa lebih dari sekedar menyajikan kisah persahabatan anak muda yang sempat terpisah di usia dewasa muda. Film tersebut juga menggambarkan kenyataan proses kehidupan manusia dari masa ke masa.
Misal, menghadapi impian yang harus terkubur, hubungan yang terpisah, kerinduan hingga kekecewaan. “Nah, kami pilih Medan sebagai latar karena kota ini kuat karakternya dan mewakili perjuangan banyak anak muda Indonesia,” kata Agustinus.
Film garapan rumah produksi PIM Pictures itu rencananya bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 24 April mendatang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
