Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 23.17 WIB

Bawa Pesan Agama Dalam Balutan Film Horor Dosa Musyrik

Sutradara film Dosa Musyrik Hadrah Daeng Ratu. (Istimewa) - Image

Sutradara film Dosa Musyrik Hadrah Daeng Ratu. (Istimewa)

JawaPos.com–Film Dosa Musyrik telah meramaikan industri perfilman Tanah Air sejak awal penayangan pada 31 Oktober. Tak hanya sekadar horor biasa, sutradara Hadrah Daeng Ratu juga menghadirkan sentuhan sekaligus sarat pesan religi.

”Tentang seseorang menerima azab karena menyekutukan Tuhan dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama,” kata Hadrah.

Marthino Lio dan Delia Husen berperan sebagai kakak beradik bernama Nugie dan Tari dalam film horor garapan rumah produksi MVO Pictures itu. Hadrah menceritakan, telah membidik pasangan suami istri tersebut untuk bermain dalam filmnya sejak awal skenario dibuat.

”Dari awal targetnya Marthino Lio karena kami ngerasa pas buat mainin karakter Nugie,” tutur Hadrah Daeng Ratu.

Selain itu, menurut dia, Marthino juga memiliki wawasan yang luas tentang benda-benda klenik. Itu jadi nilai tambahan yang menambah keyakinan menunjuk Marthino.

”Dia bahkan pernah ikut proses pembuatan keris. Jadi, dia tahu banget detail keris. Misal, (keris) dari Bali teksturnya gimana, dari Jawa gimana ada berapa lapis,” jelas Hadrah.

Sedangkan Delia, dilibatkan karena dinilai memiliki kesamaan kepribadian dengan tokoh Tari yang religius.

”Sebelumnya pernah kerja bareng sama Delia. Terus secara personal dia lumayan religius pintar mengaji. Jadi, memang kakak beradik ini bertolak belakang. Yang satu suka klenik, yang satu religius,” ujar Hadrah.

Sementara itu, Marthino menambahkan, selain proses reading sempat mengikuti sesi pelatihan menggunakan keris sebelum syuting. Pasalnya, ada sejumlah adegan yang mengharuskan memegang kendali keris yang dikisahkan berpenghuni itu.

”Dikasih lihat, pegang, dikasih tahu cara pegangnya, etika mencabut keris dari sarungnya seperti apa. Kalau mau menghormati sarungnya bergerak karena kalau kerisnya yang bergerak ada makna lain,” terang Marthino.

Dalam penggarapan, Hadrah menggunakan keris asli yang berpenghuni untuk syuting. Namun, hanya sebagian kecil scene saja. Sementara untuk sejumlah adegan berat lain, tim produksi menggunakan duplikat keris tersebut.

”Kami juga hadirkan empu keris, tapi karena kami ada banyak praktik adegan membuang keris, menginjak keris. Jadi. kita lumayan hati-hati untuk tidak pakai yang aslinya. Kami pakai mock up, tapi guratan dan semuanya kami pakai dari yang asli itu,” beber Hadrah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore