
Sutradara film Dosa Musyrik Hadrah Daeng Ratu. (Istimewa)
JawaPos.com–Film Dosa Musyrik telah meramaikan industri perfilman Tanah Air sejak awal penayangan pada 31 Oktober. Tak hanya sekadar horor biasa, sutradara Hadrah Daeng Ratu juga menghadirkan sentuhan sekaligus sarat pesan religi.
”Tentang seseorang menerima azab karena menyekutukan Tuhan dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama,” kata Hadrah.
Marthino Lio dan Delia Husen berperan sebagai kakak beradik bernama Nugie dan Tari dalam film horor garapan rumah produksi MVO Pictures itu. Hadrah menceritakan, telah membidik pasangan suami istri tersebut untuk bermain dalam filmnya sejak awal skenario dibuat.
”Dari awal targetnya Marthino Lio karena kami ngerasa pas buat mainin karakter Nugie,” tutur Hadrah Daeng Ratu.
Selain itu, menurut dia, Marthino juga memiliki wawasan yang luas tentang benda-benda klenik. Itu jadi nilai tambahan yang menambah keyakinan menunjuk Marthino.
”Dia bahkan pernah ikut proses pembuatan keris. Jadi, dia tahu banget detail keris. Misal, (keris) dari Bali teksturnya gimana, dari Jawa gimana ada berapa lapis,” jelas Hadrah.
Sedangkan Delia, dilibatkan karena dinilai memiliki kesamaan kepribadian dengan tokoh Tari yang religius.
”Sebelumnya pernah kerja bareng sama Delia. Terus secara personal dia lumayan religius pintar mengaji. Jadi, memang kakak beradik ini bertolak belakang. Yang satu suka klenik, yang satu religius,” ujar Hadrah.
Sementara itu, Marthino menambahkan, selain proses reading sempat mengikuti sesi pelatihan menggunakan keris sebelum syuting. Pasalnya, ada sejumlah adegan yang mengharuskan memegang kendali keris yang dikisahkan berpenghuni itu.
”Dikasih lihat, pegang, dikasih tahu cara pegangnya, etika mencabut keris dari sarungnya seperti apa. Kalau mau menghormati sarungnya bergerak karena kalau kerisnya yang bergerak ada makna lain,” terang Marthino.
Dalam penggarapan, Hadrah menggunakan keris asli yang berpenghuni untuk syuting. Namun, hanya sebagian kecil scene saja. Sementara untuk sejumlah adegan berat lain, tim produksi menggunakan duplikat keris tersebut.
”Kami juga hadirkan empu keris, tapi karena kami ada banyak praktik adegan membuang keris, menginjak keris. Jadi. kita lumayan hati-hati untuk tidak pakai yang aslinya. Kami pakai mock up, tapi guratan dan semuanya kami pakai dari yang asli itu,” beber Hadrah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
