Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juni 2022 | 20.57 WIB

Hanung Bramantyo: Mahabharata itu yang Menginspirasi Marvel dan DC

Hanung Bramantyo- Fedi Nuril./Abdul aRahman - Image

Hanung Bramantyo- Fedi Nuril./Abdul aRahman

JawaPos.com - Sutradara Hanung Bramantyo mengungkap penyebab karya sastra Mahabharata masih tetap hidup dan langgeng sampai sekarang. Padahal karya asli dari cerita ini dalam versi India sudah sangat tua. Dalam sebuah literatur disebutkan, karya ini sudah ada 400-an tahun SM.

Menurut Hanung, kisah Bahabharata masih diminati sampai sekarang oleh orang orang di seluruh dunia karena kisah yang dihadirkan tidak hitam- putih. Pada kurawa tidak semuanya jahat begitu pula dengan kelompok pandawa tidak semuanya baik.

Lebih spesifik lagi, dalam satu orang seperti Aswatama misalnya, tidak sepenuhnya jahat karena ada kebaikan dan keberpihakannya pada nilai nilai kebenaran.Cerita Mababharata juga disebut Hanung relate dengan kehidupan orang orang di zaman modern.

Alasan lain karya sastra Mahabharata masih terus hidup hingga sekarang karena nilai nilai yang terkandung di dalamnya menginspirasi industri perfilman dunia.

"Karena menginspirasi banyak pihak termasuk menginspirasi Marvel, DC. Konflik dari film film Marvel, DC, itu kan kalau dirujuk konflik Mahabharata. Di dalam orang baik selalu ada jahatnya, di dalam orang jahat pasti ada baiknya. Ini baru sosok Aswatama yang keluar dalam film Gatotkaca," kata Hanung.

"Marvel sama DC pun juga seperti itu. Misalnya sosok Thanos dan Joker, pada saat nonton kok saya menyetujui ya pemikiran Thanos, benar dia. Sama halnya dengan Joker lebih berempati lagi," imbuhnya.

Suami Zaskia Adya Mecca juga mengungkapkan, cerita pandawa dan kurawa sangat relate dengan kehiduan zaman sekarang. Kedua kelompok ini sebenarnya satu garis keturunan. Tapi mereka bertengkar hebat karena ada pihak ketiga yang memperkeruh suasana. Ada pihak yang mengadu domba.

"Itu mirip seperti kehidupan kita. Kayak saya yang punya banyak anak dan tiap anak punya krakter berbeda beda. Ada anak yang lucu ternyata punya sifat pendendam. Itu menjadi cermin," tuturnya.

Hanung Bramantyo pun mengangkat cerita Mahabharata dalam versi Jawa ke dalam film Satria Dewa: Gatotkaca di bawah rumah produksi Satria Dewa Studio. Hanung mengaku dirinya harus banyak belajar lagi dalam proses pembuatan film Gatotkaca.

Dia rela mencurahkan energi yang sangat besar dalam menggarap film ini dengan tujuan memperkenalkan superhero Indonesia kepada anak-anak muda supaya mereka tidak hanya mengenal pahlawan super dari luar negeri.

"Saya selalu mengenalkan anak-anak saya kepada superhero Indonesia. Sampai suatu hari anak saya dianggap kampungan karena tidak mengenal superhero luar negeri yang digilai di sini. Dari situ saya bertekad, ingin mengenalkan superhero Indonesia lebih luas," tutur Hanung.

"Dan lewat film Satria Dewa Gatotkaca harapan saya bisa tercapai. Tapi ternyata keinginan saya itu tidak sederhana. Untuk mewujudkan ini, banyak sekali hal yang harus dihadapkan, saya kayak belajar membuat film lagi," imbuhnya.

Film Satria Dewa: Gatotkaca diadaptasi dari cerita pewayangan digarap dengan sangat baik. Di samping ceritanya yang kuat, film ini juga menarik karena dimanjakan dengan audio visual yang baik.

Secara visual, film Gatotkaca dipermanis dengan oleh visual effect dan CGI. Sementara dari aspek audio, film ini menggunakan teknologi Dolby Atmos.

Selain Rizky Nazar, film Gatotkaca juga diperkuat oleh Yasmin Napper, Omar Daniel, Cecep Arif Rahman, Yayan Ruhian, Edward Akbar, Sigi Wimala, Ali Fikry, Yatti Surachman, Jerome Kurnia, Zsazsa Utari, Axel Matthew, Butet Kertaradjasa, Indra Jegel, Rigen, Gilang Bhaskara, Max Metino dan Luis Jocom.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore